RADARSOLO.COM - Phuket selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di Thailand. Pantai berpasir putih, laut biru, dan suasana tropis membuat pulau ini hampir selalu masuk daftar liburan wisatawan. Namun, di balik pemandangan yang Instagramable itu, Phuket juga menghadapi persoalan yang nggak kalah serius, yaitu masalah sampah plastik.
Masalah ini bukan sekadar soal ada atau tidaknya tempat sampah di kawasan wisata. Tingginya aktivitas pariwisata ikut membuat jumlah sampah yang harus dikelola semakin besar. Bank Dunia bahkan memasukkan Phuket sebagai salah satu dari tiga kawasan wisata prioritas di Thailand dalam kajian mengenai sampah plastik dan pencemarannya ke lingkungan laut.
Baca Juga: Kok Mahasiswa Thailand Pakai Seragam? Ini Alasan Kemeja Putih Jadi Outfit Wajib ke Kampus
Dalam kajian tersebut, Phuket, Krabi, dan Koh Samui diperkirakan menghasilkan sekitar 381,9 ribu ton sampah perkotaan per tahun. Dari jumlah tersebut, kandungan sampah plastik diperkirakan mencapai 17,2 persen. Untuk Phuket sendiri, model yang digunakan dalam kajian memperkirakan sekitar 46,3 ribu ton sampah plastik dihasilkan setiap tahun.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar sampah diperkirakan masuk dalam sistem pengumpulan formal. Namun, masih terdapat sampah yang tidak terkumpul dan berpotensi mencemari lingkungan. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di kawasan wisata bukan sesuatu yang bisa diselesaikan hanya dengan menyediakan tempat sampah di sejumlah titik.
Sebagai destinasi wisata internasional, Phuket menghadapi tantangan tambahan karena aktivitas di pulau tersebut melibatkan penduduk lokal sekaligus wisatawan dari berbagai negara. Hotel, restoran, pusat hiburan, transportasi, hingga aktivitas wisata sehari-hari ikut menghasilkan sampah yang harus dikelola.
Baca Juga: Jangan Asal Tingkah! 7 Kebiasaan Orang Indonesia yang Bisa Dianggap Nggak Sopan di Thailand
Bank Dunia juga mencatat bahwa kapasitas fasilitas pembuangan sampah di Phuket pada periode kajian telah mendekati batasnya. Pemerintah setempat kemudian menghadapi kebutuhan untuk mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Data tersebut merupakan gambaran berdasarkan periode penelitian dalam laporan dan tidak otomatis menunjukkan kondisi Phuket saat ini.
Meski begitu, persoalan sampah tersebut bukan berarti Phuket adalah destinasi yang dipenuhi sampah atau tidak layak dikunjungi. Justru, kondisi ini memperlihatkan tantangan yang muncul ketika sebuah destinasi menjadi sangat populer dan menerima aktivitas wisata dalam skala besar.
Baca Juga: Profil Lingling Kwong, Aktris Thailand yang Dinobatkan sebagai Wanita Tercantik Dunia 2026
Thailand sendiri telah memiliki Roadmap for Plastic Waste Management 2018 sampai 2030 sebagai salah satu upaya mengurangi sampah plastik dan dampaknya terhadap lingkungan.
Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum