RADARSOLO.COM - Karanganyar memang tidak pernah kehabisan destinasi wisata alam. Salah satu yang sempat menjadi buah bibir adalah Air Terjun Pengantin di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Meski saat ini akses menuju lokasi utama sudah ditutup, pesona air terjun yang jatuh di antara tebing tetap menyimpan keindahan yang sayang dilewatkan.
Dinamakan “Air Terjun Pengantin” karena aliran airnya yang seolah terbelah menjadi dua, menyerupai sepasang pengantin yang berdiri berdampingan.
Air terjun ini terbentuk dari derasnya aliran air hujan yang turun dari perbukitan. Saat musim penghujan, debit airnya besar dan suara gemuruhnya terdengar jelas dari kejauhan.
Jika beruntung, dari jalan raya menuju Candi Cetho, pengunjung masih bisa melihat keindahan panorama Air Terjun Pengantin dari kejauhan. Tebing hijau, udara sejuk, dan suasana pedesaan membuat tempat ini begitu menenangkan.
Sayangnya, akses langsung menuju Air Terjun Pengantin kini sudah ditutup.
Jalur menuju lokasi memang cukup sulit karena hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua, itupun dengan kondisi jalan yang menantang.
Wisatawan pun hanya bisa menikmatinya dari kejauhan, terutama saat musim hujan ketika debit air sedang deras.
Meski demikian, banyak pecinta alam berharap pemerintah maupun masyarakat setempat dapat kembali mengelola potensi wisata ini. Dengan penataan yang tepat, Air Terjun Pengantin bisa menjadi salah satu ikon wisata baru di Karanganyar.
Tips Berkunjung
- Datang saat musim hujan agar air terjun terlihat jelas.
- Jangan berada di bawah tebing ketika hujan deras, demi keselamatan.
- Nikmati pemandangan dari jalur menuju Candi Cetho, spot terbaik untuk melihat air terjun. (nik)