Menu andalan di warung makan Mak Cumik di Jalan Raya Wonogiri–Pracimantoro, Dusun Sengon, Pracimantoro, Wonogiri. (IWAN ADI/RADAR SOLO)RADARSOLO.COM-Berburu kuliner legendaris di Kabupaten Wonogiri rasanya belum lengkap jika tidak mampir ke Kecamatan Eromoko.
Di wilayah ini, tepatnya di tepi jalan raya Wonogiri–Pracimantoro, Dusun Sengon, terdapat sebuah warung makan bersahaja yang pamornya sudah tak diragukan lagi: Warung Mak Cumik.
Daya tarik utama warung ini bukan pada kemewahan tempatnya, melainkan pada sajian menu super sederhana yang sukses bikin pelanggan ketagihan: sambel bawang (sambal bawang) dadakan dengan aneka lauk gorengan.
Pemilik warung, Sarmi (66), menuturkan, ia sudah merintis usaha kulinernya ini sejak 38 tahun silam.
Menariknya, meski nama aslinya adalah Sarmi, hampir seluruh pelanggannya justru memanggilnya dengan sebutan Mak Cumik.
"Tidak tahu alasannya apa. Ya, lare-lare (anak-anak) itu dari dulu manggilnya Mak Cumik, ya sudah tidak apa-apa. Malah banyak yang tidak tahu kalau nama asli saya Sarmi," ujarnya sembari tertawa lepas.
Mak Cumik menceritakan, pada awal merintis usaha, menu utama yang ia jual sebenarnya adalah soto.
Namun, seiring berjalannya waktu, ia ingin memberikan variasi dan mulai mencoba membuat sambal bawang yang disandingkan dengan aneka lauk gorengan panas, seperti telur ceplok/dadar, ayam kampung (Jawa), lele, hingga burung puyuh.
"Awalnya dulu itu cuma nyambel (membuat sambal) lima lemper (cobek tanah liat), eh ternyata habis. Besoknya bikin 10 lemper habis juga. Akhirnya malah sambal bawang ini yang jadi menu andalan sampai sekarang," kenang Mak Cumik.
Baca Juga: Kuliner Malam Wonogiri: Nasi Liwet Bu Wakit Ngadirojo, Pemadam Kelaparan Sejak Era 90-an
Berkat cita rasanya yang konsisten selama hampir empat dekade, Warung Mak Cumik selalu ramai pembeli.
Jam operasionalnya dimulai pukul 05.30 hingga 16.00 WIB setiap harinya, dan tak jarang overtime melayani pelanggan yang datang di menit-menit akhir.
Puncak keramaian biasanya terjadi saat musim mudik Lebaran, di mana kaum boro (perantau) asal Eromoko dan sekitarnya menjadikan warung ini sebagai destinasi wajib pelepas rindu.
Bagi Anda yang penasaran, berikut adalah rincian harga menu paket (sudah termasuk es teh) di Warung Mak Cumik yang sangat ramah di kantong:
-
Paket Nasi + Telur Goreng/Dadar: Rp13.000
-
Nasi Soto / Nasi Goreng: Rp13.000
-
Paket Nasi + Lele Goreng: Rp22.000
-
Paket Nasi + Burung Puyuh Goreng: Rp22.000
-
Paket Nasi + Ayam Kampung (Jawa) Goreng: Rp30.000
Baca Juga: Jadi Lokasi Kreativitas Anak Muda, Hidupkan Kembali Ruang Publik Taman Kuliner MPP Klaten
Salah satu pelanggan setia, Narendra Adhi Luhung, bersaksi atas kelezatan kuliner hidden gem ini.
Pria yang akrab disapa Rendra itu mengaku bahwa ayahnya pun sudah menjadi pelanggan setia Mak Cumik sejak masih muda.
Saking populernya warung ini di kalangan warga lokal, sampai muncul istilah gaul khusus.
"Pokoknya top ini. Teman-teman kalau bilang mau 'nyumik', itu artinya ajakan makan di Mak Cumik. Kalau dibungkus untuk dibawa pulang, porsi nasinya banyak banget, saingan sama Nasi Padang!" kelakar Rendra.
Menurut Rendra, sambal bawang buatan Mak Cumik memiliki sensasi rasa dan aroma smokey yang khas dan berbeda dari sambal bawang pada umumnya.
"Apalagi kalau pesan sambal bawang satu lemper penuh, pasti dihabiskan saking enaknya," tandasnya. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono