Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo Gaya hidup

Healing Sambil Berburu Buku? Ini 4 Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi di Solo

Annas Rohmanda Purbaningrum • Senin, 6 Juli 2026 | 11:26 WIB
Pasar Buku Bekas Alun-alun Lor Surakarta (Foto: Annas Rohmanda Purbaningrum)
Pasar Buku Bekas Alun-alun Lor Surakarta (Foto: Annas Rohmanda Purbaningrum)

RADARSOLO.COM - Buat kamu yang hobi berburu buku, Solo ternyata menyimpan banyak toko buku alternatif yang menawarkan pengalaman berbeda dari toko buku pada umumnya. Mulai dari toko buku independent yang rutin menggelar diskusi sastra hingga pasar buku bekas yang penuh harta karun, semuanya bisa menjadi destinasi menarik untuk menghabiskan akhir pekan. 

Kalau biasanya orang hanya mengenal toko buku besar, seperti Gramedia, empat tempat berikut justru punya karakter dan daya tariknya masing-masing. Ini dia keempat tempat itu!

Baca Juga: Merawat Api Perjuangan Samanhudi: Kampung Batik Laweyan Hidupkan Warisan Ekonomi Pribumi lewat Wisata Sejarah

1.    Carpe Diem Bookstore
Terletak di Jalan Kebangkitan Nasional, Penumping, Kecamatan Laweyan, Carpe Diem Bookstore bukan sekedar tempat membeli buku. Toko buku independent ini juga menjadi ruang berkumpul bagi para pecinta literasi. 

Setiap Jumat sore, Carpe Diem mengadakan “Klub Buku Jumat Petang”, sebuah kegiatan membaca dan berdiskusi bersama yang terbuka untuk masyarakat. Tak jarang juga mereka menggelar diskusi buku bertema khusus, salah satunya membahas novel Beloved karya Toni Morrison. 

Koleksi bukunya pun cukup beragam. Kamu bisa menemukan novel-novel populer Indonesia, seperti Laut Bercerita, Amba, hingga Pulang, serta berbagai judul sastra dan buku nonfiksi lainnya. 

Carpe Diem Bookstore buka setiap Senin hingga Sabtu pukul 11.00 – 19.00 WIB. Sebelum berkunjung, kamu juga bisa melihat koleksi terbaru melalui akun TikTok @carpediem.booksto

2.    Kuhate Books
Kalau ingin menikmati suasana membaca yang tenang, Kuhate Books bisa menjadi pilihan. Berlokasi di kawasan Manahan, Banjarsari, toko buku ini mengusung konsep "an intimate independent bookshop and literary space".

Bangunannya menyerupai rumah sehingga menciptakan suasana yang hangat dan nyaman. Selain menjual buku, Kuhate Books juga menyediakan ruang baca yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk membaca dengan santai.

Koleksi yang tersedia cukup lengkap, mulai dari buku fiksi, nonfiksi, hingga buku-buku berbahasa Inggris. Menariknya, pengunjung juga dapat meminjam buku melalui sistem keanggotaan (membership) yang disediakan.

Kuhate Books didirikan dengan gagasan bahwa buku bukan sekadar komoditas yang diperjualbelikan, melainkan jembatan untuk memperluas cara berpikir. Semangat tersebut juga terlihat saat acara peluncurannya yang menghadirkan diskusi bersama dosen, pelaku literasi, hingga pustakawan.

Baca Juga: Gaet Wisatawan Pemkot Solo Kembangkan Konsep Jawa Wellness dalam Event Festival SUARAGA

3.    Pasar Buku Bekas Alun-alun Lor Surakarta
Bagi pencinta buku bekas, Pasar Buku Alun-alun Lor Solo tentu sudah tidak asing lagi. Berlokasi di kawasan Kauman, Pasar Kliwon, tempat ini dipenuhi deretan kios yang menawarkan berbagai macam buku dengan harga ramah di kantong.

Pilihan bukunya sangat beragam, mulai dari buku pelajaran, novel, komik, hingga buku-buku langka yang sudah sulit ditemukan di toko buku biasa. Tidak hanya buku, pengunjung juga bisa menemukan majalah lawas, kaset, hingga berbagai koleksi jadul yang bernilai nostalgia.

Pasar buku ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WIB.

Meski begitu, pengunjung tetap perlu teliti saat memilih buku karena sebagian pedagang juga menjual buku bajakan. Jika memungkinkan, memilih buku asli tentu menjadi langkah yang lebih baik untuk mendukung para penulis dan penerbit.

4.    Toko Buku Belakang Sriwedari (Busri)
Alternatif lain yang tak kalah menarik adalah deretan toko buku di belakang Taman Sriwedari atau yang lebih dikenal dengan sebutan Busri.

Di kawasan ini, lapak-lapak buku berjajar memanjang dari sisi barat hingga timur. Pengunjung bebas menyusuri setiap kios untuk mencari buku incaran dengan berbagai pilihan genre.

Mulai dari buku bacaan anak, novel, buku kuliah, buku pelajaran, hingga buku-buku referensi tersedia di sini. Baik buku baru maupun buku bekas bisa ditemukan dengan harga yang bervariasi, bahkan tidak jarang masih bisa ditawar.

Busri beroperasi dari pagi hingga malam sehingga pengunjung memiliki waktu yang cukup fleksibel untuk berburu buku.

Tak hanya menjadi tempat jual beli buku, kawasan ini juga menjadi salah satu ikon literasi yang masih bertahan di Kota Solo.

Di tengah maraknya buku digital dan belanja daring, keberadaan toko buku alternatif seperti ini menawarkan pengalaman yang sulit tergantikan. Bukan hanya soal membeli buku, tetapi juga menikmati suasana, bertemu sesama pencinta literasi, hingga menemukan buku-buku yang mungkin sudah lama tidak beredar.

Kalau sedang berada di Solo, kira-kira kamu ingin mampir ke yang mana dulu?

 

Editor : Kabun Triyatno
#CARPE DIEM #BOOKSTORE #KUHATE #solo #buku