RADARSOLO.COM - Mendengar nama Phuket Vegetarian Festival, yang terbayang mungkin makanan sehat dan hidangan tanpa daging. Namun, festival yang digelar di Phuket, Thailand, ini ternyata punya tradisi yang jauh lebih ekstrem.
Di balik namanya, terdapat ritual keagamaan yang bagi sebagian orang bisa membuat merinding. Peserta tertentu bahkan melakukan aksi menusukkan benda tajam menembus pipi, berjalan di atas bara api, hingga mengikuti berbagai prosesi ekstrem lainnya.
Phuket Vegetarian Festival atau dikenal sebagai Jia Chai merupakan tradisi yang berakar dari komunitas Tionghoa di Phuket. Perayaan ini berkaitan dengan penghormatan terhadap Nine Emperor Gods atau sembilan dewa kaisar.
Baca Juga: Pattaya, Kota Pantai Thailand yang Punya Vibes Jeju tapi Tak Lepas dari Sisi Gelapnya
Tradisi tersebut telah berkembang selama sekitar dua abad. Salah satu kisah yang dipercaya masyarakat menyebutkan bahwa ritual ini bermula ketika komunitas Tionghoa di Phuket menghadapi wabah penyakit. Perayaan kemudian dilakukan sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keselamatan.
Festival biasanya berlangsung selama sembilan hari pada bulan kesembilan kalender lunar Tionghoa. Selama perayaan, peserta mengenakan pakaian putih dan menjalani pola makan vegetarian sebagai bagian dari proses penyucian diri.
Namun, bagian yang paling mencuri perhatian adalah ritual yang dilakukan oleh Ma Song. Mereka dipercaya menjadi medium atau perantara para dewa selama rangkaian upacara berlangsung.
Baca Juga: 7 Kampus Terbaik di Thailand yang Bisa Jadi Pilihan Kuliah, Ada Chulalongkorn hingga Mahidol
Dalam kondisi trans yang dipercaya sebagai bentuk kehadiran dewa, Ma Song dapat melakukan ritual ekstrem, salah satunya menusukkan benda tajam menembus pipi. Benda yang digunakan bahkan dapat berupa pedang, tombak, atau benda berukuran besar lainnya.
Selain itu, terdapat pula prosesi berjalan di atas bara api dan menaiki tangga dengan bilah tajam. Bagi masyarakat yang menjalankannya, ritual tersebut bukan sekadar atraksi, melainkan bagian dari praktik keagamaan dan bentuk pengabdian.
Meski demikian, ritual ekstrem tersebut bukan dilakukan oleh seluruh peserta festival. Praktik tersebut berkaitan dengan Ma Song dan rangkaian ritual tertentu.
Baca Juga: Sering Disangka BL, Padahal Beda! Kenalan dengan Bromance yang Mulai Naik Daun di Thailand
Suasana festival juga semakin khas dengan pakaian putih, asap dupa, suara drum, serta ledakan petasan yang memenuhi jalanan. Petasan dipercaya memiliki fungsi untuk mengusir roh jahat dalam rangkaian perayaan.
Berbagai prosesi berlangsung di sejumlah kuil Tionghoa di Phuket, salah satunya Jui Tui Shrine yang menjadi lokasi penting dalam festival tersebut.
Phuket Vegetarian Festival sebenarnya bukan sekadar perayaan makanan tanpa daging. Di balik nama “vegetarian”, terdapat tradisi budaya dan keagamaan yang telah diwariskan selama ratusan tahun.
Perpaduan antara pantangan makanan, pakaian putih, ritual keagamaan, hingga aksi ekstrem inilah yang membuat festival tersebut begitu unik.
Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum