RADARSOLO.COM-Bupati Wonogiri Setyo Sukarno melantik pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Wonogiri periode 2024-2028 di pendapa rumah dinas Bupati Wonogiri, Sabtu (11/5/2025).
Dwi Haryanto terpilih sebagai Ketua Askab PSSI Wonogiri dalam kepengurusan yang baru.
Bupati Setyo Sukarno dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pembinaan olahraga, khususnya sepak bola, membutuhkan dukungan besar dari berbagai pihak.
Termasuk pemerintah, masyarakat, dan organisasi terkait.
Ia menyadari bahwa untuk memperkuat cabang olahraga sepak bola di Wonogiri diperlukan investasi pada fasilitas dan biaya yang cukup besar.
“Pembinaan cabang olahraga sepak bola membutuhkan biaya dan dukungan fasilitas yang sangat besar. Namun, melihat animo masyarakat yang semakin besar terhadap sepak bola, kami berharap lebih banyak pihak yang memberikan dukungan,” ujar Setyo.
Selain itu, Bupati Setyo berharap pengurus baru dapat menyusun struktur organisasi yang solid dan merancang program kerja pembinaan yang terukur dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya fanatisme yang berkembang di tingkat nasional, yang diharapkan dapat menginspirasi kebanggaan sepakbola di daerah, termasuk dukungan kepada klub-klub lokal.
“Dari kecintaan pada sepak bola, akan muncul fanatisme pada klub-klub di wilayah yang kemudian berkembang pada munculnya kebanggaan dan memberikan dukungan,” tambah Setyo.
Salah satu klub kebanggaan warga Wonogiri, Persiwi, diharapkan dapat kembali aktif dan membawa nama Wonogiri di tingkat nasional, seperti yang telah dicapai di masa lalu.
Dwi Haryanto, ketua Askab PSSI Wonogiri yang baru dilantik menyampaikan beberapa program kerja utama.
Di antaranya pengembangan SDM keolahragaan sepak bola.
Baca Juga: Musrenbang RPJMD, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Tegaskan Komitmen Bangun Daerah
Salah satu fokus utama adalah sertifikasi pelatih sepak bola, termasuk pelatihan lisensi tipe D yang dapat didanai melalui dana desa.
“SSB (Sekolah Sepak Bola) di Wonogiri banyak yang dikelola desa, sehingga kita akan mengupayakan agar pelatih mendapatkan sertifikasi dan lisensi yang diperlukan,” jelas Dwi.
Selain itu, Dwi juga menjelaskan bahwa Askab PSSI Wonogiri bergantung pada hibah dari KONI Wonogiri sebagai sumber pendanaan.
Ke depannya, turnamen sepakbola yang digelar secara komersial akan diatur dengan baik untuk mengoptimalkan dana yang diperoleh.
“Dana yang terkumpul dari turnamen akan digunakan untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan sepakbola di Wonogiri,” katanya.
Dwi menambahkan bahwa meski Persiwi Wonogiri sudah memiliki manajemen yang berbeda, Askab PSSI Wonogiri tetap akan mendorong klub tersebut untuk aktif mengikuti liga-liga yang ada, termasuk liga 4, serta mendorong klub lainnya untuk berpartisipasi. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono