RADARSOLO.COM-Perputaran uang di gelaran Wonogiri Expo disebut mencapai setengah miliar rupiah.
Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdag & KUKM) Wonogiri mendapatkan masukan dari pedagang agar gelaran semacam itu bisa digelar lebih lama.
Kepala Disdag & KUKM Wonogiri Wahyu Widayati mengatakan, berdasarkan pendataan yang dilakukan pihaknya selama gelaran Wonogiri Expo, omzet para pelaku UMKM mencapai Rp531.560.000.
Diketahui, Wonogiri Expo digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Kamis-Sabtu (15-17/5/2025).
"Omzet setengah miliar lebih, kondisi cuaca padahal hujan," ujar Wahyu.
Menurut dia, jika Wonogiri Expo digelar lebih lama, omzet para pelaku UMKM bisa lebih banyak.
Sejatinya, Wonogiri Expo direncanakan digelar pada Rabu-Sabtu (15-17/5/2025).
Namun, tenda Wonogiri Expo sempat ambruk diterpa angin kencang,Selasa (13/5/2025) sore.
Pasca insiden itu, Wonogiri Expo akhirnya baru dibuka pada Kamis (16/5/2025).
"Rata-rata dari testimoni peserta pameran, ada kenaikan omzet antara 200 persen sampai dengan 400 persen dibandingkan saat mereka berjualan sehari-hari," beber Wahyu.
Pihak dinas turut meminta masukan dari para peserta pameran produk lokal itu.
Salah satu masukannya adalah jika agenda semacam itu kembali digelar, waktunya bisa diperpanjang.
Baca Juga: Jelang Hari Raya Idul Adha, Disnakkan Boyolali Pastikan Ternak Aman dari PMK
"Animo masyarakat cukup tinggi meskipun hari-hari digelar pameran hujan. Ada salah satu stand yang menjual kopi, hanya ikut dua hari. Besoknya izin ke saya kalau hari berikutnya tidak datang. Alasannya produknya habis, stok di rumah juga sudah habis. Ya Alhamdulillah kita ikut bersyukur juga," papar Wahyu.
Lebih jauh Wahyu menuturkan pameran semacam Wonogiri Expo salah satu manfaatnya tidak hanya mengejar omzet pada saat gelaran pameran.
Tapi juga mengenalkan produk kepada masyarakat luas.
"Pemerintah daerah turut berupaya mengenalkan produk UMKM yang ada di Wonogiri sehingga dikenal masyarakat. Selain itu, para pelaku UMKM juga bisa saling mengenal dan tahu produk UMKM lain," pungkas Wahyu. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono