RADARSOLO.COM - Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan semakin digeber di masa pemerintahan Bupati-Wakil Wonogiri Setyo Sukarno-Imron Rizkyarno.
Terbaru, Pemkab Wonogiri bakal membangun rumah sakit di wilayah Kecamatan Baturetno.
Adapun lokasi yang diproyeksikan ada di Puskesmas rawat inap Baturetno.
"Untuk waktunya, tahun depan (2026) disusun DED (detail engineering design)," ujar Setyo Sukarno baru-baru ini.
Adapun kebutuhan anggaran, juga menunggu DED disusun pada 2026. Sementara proses pembangunan diproyeksikan pada 2027 atau 2028 mendatang.
Bukan tanpa alasan Pemkab Wonogiri mendirikan rumah sakit di Kecamatan Baturetno.
Setyo menerangkan, rumah sakit tersebut guna mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah sekitar Baturetno.
"Untuk mendekatkan pelayanan bagi masyarakat di Kecamatan Karangtengah, Batuwarno, Tirtomoyo, Giriwoyo dan sebagainya," beber dia.
Bupati menambahkan, fasilitas Rawat Inap Baturetno sekira tahun 1990-an pernah mengalami kejayaan.
Pada masa itu, pasien Rawat Inap Baturetno bahkan banyak yang datang dari wilayah Pacitan, Jawa Timur.
"Usulannya (pembangunan rumah sakit Baturetno) sudah lama. Tapi saat itu terkendala ketersediaan tenaga medis karena rumah sakit tipe D harus punya tenaga medis, dokter spesialisnya minimal sejumlah sekian dan sebagainya," bebernya.
Jika Rumah Sakit Tipe D Baturetno terealisasi, Kabupaten Wonogiri akan mempunyai tiga RSUD.
Dua rumah sakit milik Pemkab Wonogiri yang sudah ada yakni RSUD Soediran Mangun Sumarso Wonogiri dan RSUD Raden Mas Said Purwantoro.
RSUD Raden Mas Said Purwantoro juga tipe D dan baru selesai dibangun 2024. Namun kini belum beroperasi.
"Belum beroperasi karena ada instalasi yang belum terselesaikan, sehingga akan kami selesaikan multiyears sampai 2025. Harapannya tahun 2025 ini RSUD Purwantoro bisa beroperasi," pungkas Setyo. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono