RADARSOLO.COM-Panen raya semangka dan gerakan menanam cabai digelar di Desa Boto, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, Selasa (5/8/2025).
Acara ini mengungkap potensi luar biasa petani setempat yang mampu memproduksi ratusan ton semangka setiap tahunnya, meningkatkan perekonomian warga secara signifikan.
Kepala Desa Boto Edi Bambang Suroso menjelaskan, Kelompok Tani Handayani telah merintis budi daya semangka sejak 2018. Mereka menanam semangka berbiji dan nonbiji.
"Setiap tahun bisa panen antara 400 sampai 800 ton semangka. Panen terbesar di tahun 2022, dapat 800 ton," ujar Edi.
Saat ini, harga semangka dari tangan petani mencapai Rp4.600 per kilogram.
Semangka ini tidak hanya dijual lokal, tetapi juga dikirim ke Jakarta, bahkan memiliki kios khusus di sana, menunjukkan kualitas dan permintaan yang tinggi.
Salah satu petani Desa Boto, Sunar, mengatakan budi daya semangka ini mampu mendongkrak perekonomian petani.
Bahkan, satu orang petani bisa memperoleh penghasilan setara dengan harga satu unit mobil baru dalam satu kali panen.
Oleh karena itu, petani berharap pemerintah terus mendukung mereka dengan memberikan bantuan, seperti sumur pertanian, revitalisasi irigasi, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengapresiasi kerja keras petani setempat dan menyatakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan sarana dan prasarana pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Wonogiri Baroto Eko Pujanto menambahkan, Desa Boto memiliki potensi besar untuk budi daya semangka.
Baca Juga: PKK Wonogiri Dorong 100% Kepemilikan Dokumen Adminduk Lewat Gerakan KISAK
Luas lahan pertanian semangka saat ini mencapai 30 hektare.
"Jika perairan Waduk Gajah Mungkur surut dan area pasang surut waduk muncul, area pertanian semangka bisa 70 hektare," kata dia. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono