Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Meski Latihan Dadakan, Grup Campursari New Kalingga Manyaran Raih Penyaji Terbaik 4 di Festival Nasional Campursari Gunungkidul 2025

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 18 September 2025 | 20:26 WIB
Anggota grup campursari New Kalingga di sela Festival Nasional Campursari Gunungkidul 2025 yang digelar 11-13 September 2025.
Anggota grup campursari New Kalingga di sela Festival Nasional Campursari Gunungkidul 2025 yang digelar 11-13 September 2025.

RADARSOLO.COM– Grup campursari New Kalingga asal Kecamatan Manyaran, Wonogiri berhasil menyabet penghargaan berskala nasional.

Tak genap dua pekan berlatih, grup itu sukses memperoleh Penyaji Terbaik 4 dalam Festival Nasional Campursari Gunungkidul 2025.

Sesepuh grup campursari New Kalingga, Sri Hariyanto mengatakan, dalam lomba itu ada 30 grup campursari yang ikut serta dan tampil selama tiga hari mulai 11-13 September 2025.

Sedangkan New Kalingga tampil di hari kedua.

Menurut pria yang akrab disapa Hari itu, festival tersebut digelar untuk melestarikan campursari, sekaligus mengenang maestro campursari Manthous.

"30 grup itu berasal dari berbagai daerah. Dari Jakarta ada, Jawa Barat, Jawa Timur juga ada. Wonogiri ada tiga grup yang ikut," ujar Hari, Kamis (18/9/2025).

Tampil Memukau di Hadapan Ribuan Penonton dengan Aransemen Khusus CSGK

Menurut dia, dalam festival itu ada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang diberikan.

Di antaranya mengarah ke CSGK, grup campursari Manthous.

"Aturannya di antaranya aransemen hanya dibolehkan di intro, interlude, dan ending-nya. Di luar tetap garapan orisinal CSGK," kata Hari.

Hal itu yang dicermati New Kalingga dan diimplementasikan. Dalam waktu 20 menit, tiga lagu dibawakan:

Hari menuturkan, para personel New Kalingga sempat demam panggung.

Baca Juga: Pemkab Wonogiri Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Seragam Gratis Puluhan Ribu Murid SD/MI dan SMP/MTs

Sebab, dari 1.000 kursi yang disediakan di Taman Budaya Gunungkidul, full penonton.

"Kita hari kedua tampilnya. Saat mau naik ke panggung teman-teman sempat ada yang bolak-balik ke toilet juga. Kita kemudian berdoa dan tos bareng-bareng. Dan Alhamdulillah sukses," kata dia.

Hari mengaku persiapan untuk ikut serta dalam festival itu dilakukan dadakan, hanya sekitar 10 hari.

Hanya dua kali, sebanyak 21 personel berkumpul. Para personel mayoritas adalah warga Kecamatan Manyaran, namun ada juga sebagian dari kecamatan lain.

"Hari pertama pengenalan notasi. Nyobo nuthuk (mencoba menabuh), awalnya ya luput-luput. Terus pulang dipelajari di rumah. Latihan kedua, kalau ada keliru sedikit diulang dari awal. Jadi klir di situ," urainya.

Lebih jauh, Hari menuturkan, campursari bukan sekadar hiburan, namun juga budaya dan turut merekatkan masyarakat di tengah perbedaan.

Apalagi, banyak seniman campursari di Wonogiri. Dia juga pernah berpesan kepada rekan-rekannya untuk tidak pilih-pilih saat menerima tanggapan, termasuk saat ada parpol yang ingin menanggap. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Festival nasional campursari gunungkidul 2025 #juara #new kalingga #manyaran #wonogiri