RADARSOLO.COM- Nasib Sekolah Rakyat yang akan dibangun di wilayah Dusun Selomoyo, Desa Selomarto, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri masih abu-abu.
Meski demikian, pemkab siap dengan apapun keputusan pemerintah pusat terkait pendirian Sekolah Rakyat.
Setidaknya hingga Senin (20/10/2025), Kementerian Sosial (Kemensos) belum memastikan apakah pendirian Sekolah Rakyat tak jadi dilakukan di Wonogiri.
Hal itu disampaikan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno saat bertemu awak media.
Menurut Bupati, Kemensos melirik lokasi Sekolah Rakyat yang sudah memiliki rintisan.
Di Wonogiri, sebelumnya sempat diharapkan dibuat rintisan Sekolah Rakyat.
"Rintisan itu kan tidak sederhana, di situ ada boarding-nya. Kita tidak punya boarding. Ada (gedung) BLK (Balai Latihan Kerja), tapi kalau Wonogiri nggak layak itu," ujar Setyo belum lama ini.
Pemkab Wonogiri juga telah melaporkan kepada Kemensos. Dimana Wonogiri tak bisa membuat rintisan.
Sementara jika membangun Sekolah Rakyat di Selomoyo, itu tidak termasuk rintisan.
Bagaimana jika Sekolah Rakyat batal dibangun di Wonogiri? Bupati menuturkan jika itu keputusan pemerintah pusat maka pihaknya siap menerima keputusan itu.
"Jika dibangun kita tetap bersyukur. Karena di situ juga akan membawa dampak seperti dampak ekonomi kepada masyarakat. Multiplier effect-nya bisa sangat besar," kata dia.
Setyo menambahkan, pihaknya tetap akan menerima kebijakan dari pemerintah pusat terkait nasib Sekolah Rakyat di Wonogiri.
Yang jelas, Wonogiri telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat oleh pemerintah pusat.
Pemkab Wonogiri Siapkan Lahan 7,6 Hektar di Eks Taman Wisata Selomoyo
Diketahui, Sekolah Rakyat diproyeksikan berdiri di Dusun Selomoyo, Desa Selomarto, Kecamatan Giriwoyo.
Pemkab Wonogiri memiliki lahan seluas 33 hektar di Selomoyo, area bekas taman wisata Selomoyo. Sementara yang dibutuhkan untuk Sekolah Rakyat sekira 7,6 hektar.
Rencananya Sekolah Rakyat bisa menampung 1.000 siswa.
Adapun rombongan belajar (rombel) untuk sekolah rakyat itu yang diusulkan rinciannya SD 6 rombel, SMP 12 rombel dan SMK 12 rombel. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono