RADARSOLO.COM- Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyebut pentingnya penguatan nilai kemanusiaan sejak usia dini.
Hal itu disampaikan saat hadir dalam kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR PMI Wonogiri Tahun 2025, Selasa (18/11/2025).
Diketahui, Jumbara digelar di Lapangan Bima di Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota.
Diikuti 49 kontingen PMR Madya tingkat SMP sederajat dan 18 kontingen PMR Wira SMA sederajat.
Bupati Setyo mengatakan, Jumbara PMR menjadi ruang berbagi ilmu, keterampilan, dan pengalaman dalam suasana gembira dan partisipatif sesuai siklus manajemen PMR.
Menurutnya, keaktifan generasi muda dalam PMR bukan hanya bentuk kebanggaan. Tetapi juga panggilan jiwa untuk melestarikan nilai dasar kemanusiaan.
"PMR adalah cikal bakal sukarelawan masa depan. Pembinaannya dilakukan berjenjang untuk membentuk karakter remaja yang bertaqwa, sehat, peduli, kreatif, bersahabat, dan ceria," ujar Setyo.
Bupati juga mengapresiasi PMI Wonogiri yang dinilai konsisten melakukan pembinaan relawan muda. Sekaligus menjaga sinergi dengan pemerintah daerah.
PMI Wonogiri juga berperan aktif dalam berbagai layanan kemanusiaan.
Misalnya penanganan bencana, layanan ambulans gratis 24 jam, bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), intervensi stunting, serta bantuan BPJS bagi relawan PMI.
"Harapannya PMI terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pengembangan PMR secara berkelanjutan guna mendukung visi dan misi organisasi," kata dia.
Bupati juga berpesan agar para peserta tak menitikberatkan kegiatan itu sebagai kompetisi.
Namun, penerapan Tri Bhakti PMR, pembentukan karakter kepalangmerahan, serta kemampuan memberikan pertolongan pertama jauh lebih penting.
Para peserta diminta untuk meningkatkan keterampilan dan edukasi kepalangmerahan, menjaga kekompakan dan rasa persaudaraan dan menyerap pengalaman baru yang bisa diterapkan di sekolah dan masyarakat.
"Kemampuan sosial dan empati menjadi modal utama bagi PMR sebagai generasi muda yang diharapkan aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan," pungkas Setyo. (al)