Zaki adalah satu-satunya yang selamat dalam tragedi bunuh diri di Dusun Bendo RT 03 RW 06, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro. Pada Kamis pagi (12/12), sang ibu, Winarsih, 38, mengajak Zaki dan adiknya, Kirana Tosada, 7, untuk mengakhiri hidup dengan meminum susu yang telah dicampur pestisida. Winarsih dan Kirana meninggal di lokasi, sedangkan Zaki bisa diselamatkan.
Kepala Desa Bakalan Danang Supriyadi mengatakan, Zaki sudah lepas dari masa kritis. "Sudah sadar, tapi saat ini masih dirawat di ICU," kata Danang, Jumat (13/12).
Terpisah, Camat Purwantoro Joko Susilo mengatakan, korban sudah ditunggu oleh ayahnya. Sejak Kamis (12/12) malam, sudah dirujuk ke RSUD Ponorogo. "Ayahnya sudah menunggui, sudah membaik kondisinya," kata Joko.
Menurut Joko, saat dirinya meminta keterangan kepada ayah korban, yang bersangkutan mengaku jika kondisi keluarganya baik-baik saja. Tidak ada masalah apa-apa di rumah. Bahkan, suami almarhum Winarsih yang bekerja di Jogja itu tidak pernah terlambat kirim uang untuk biaya sekolah. Sepekan sekali, dia juga pulang ke Purwantoro.
"Mengakunya ya normatif, tidak ada masalah apa-apa," kata Joko.
Masih menurut informasi suami almarhum Winarsih, diketahui sebelum punya anak, Winarsih sempat depresi dan kemudian sembuh. Tapi sejak punya anak pertama, penyakit depresi Winarsih mulai kambuh dan beberapa kali mengancam akan bunuh diri. (kwl/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra