Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Longsor di Selogiri Memutus Jalan Lingkar Kota

Perdana Bayu Saputra • Jumat, 3 Januari 2020 | 16:57 WIB
Tebing jalan lingkar kota di Selogiri, Wonogiri, ini ambrol setelah diguyur hujan lebat Rabu sore. Hingga kemarin longsoran tanah belum dibersihkan
Tebing jalan lingkar kota di Selogiri, Wonogiri, ini ambrol setelah diguyur hujan lebat Rabu sore. Hingga kemarin longsoran tanah belum dibersihkan
WONOGIRI – Diterjang hujan lebih dari 3 jam, tebing di Desa Pare, Kecamatan Selogiri, longsor menutup jalan lingkar kota (JLK). Selain itu, longsor juga terjadi di Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, berakibat empat sepeda motor tertimbun.

Tebing setinggi 20 meter di Desa Pare, Kecamatan Selogiri longsor Rabu (1/1) pukul 17.00. Longsoran tersebut menutup JLK di segmen pertama. Longsor terjadi karena kemiringan tabing mendekati vertikal.

“Pekerjaan JLK kan belum jadi. Tadi sudah kami minta penyedia jasa untuk membersihkan material longsoran,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto, Kamis (2/1).

Beruntung, saat kejadian longsor tidak ada korban jiwa. Jalan belum difungsikan maksimal, sehingga tidak berdampak terhadap lalu lintas. Namun, material longsor menimbun hampir di seluruh lebar JLK. Hingga Kamis (2/1) pagi material longsor baru bisa dibersihkan. “Di sekitar lokasi sudah ada alat berat, langsung tadi pagi dibersihkan,” katanya.

Bambang juga meminta kepada penyedia jasa kalau memungkinkan untuk membuat papan peringatan di lokasi-lokasi rawan longsor pada proyek JLK. Ini untuk mengantisipasi jatuhnya korban.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Wonogiri Prihadi Ariyanto mengatakan, pada 2020 ini sudah dialokasikan pembangunan talut. Hanya saja, untuk jumlah alokasinya masih akan dikonsultasikan dengan bupati.

“Nanti kami konsultasikan dulu dengan bupati dapat anggaran berapa. Soalnya butuh anggaran besar dan harus minta tanah lagi dari Perhutani. Kalau langsung seperti itu ditalut terlalu tegak,” ujarnya.

Di tempat berbeda, longsor juga terjadi di Dusun Ciro, Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah ambrol. Setidaknya empat sepeda motor yang terparkir di garasi rumah milik Suradi, 58, tertimbun longsor.

Ketua Destana Desa Purwoharjo Wahyu Wijayarto mengatakan, longsor terjadi pada Rabu (1/1) sekitar pukul 19.30. Tidak ada korban jiwa, tapi ada empat sepeda motor yang tertimbun longsor “Tadi malam pukul 19.30. Hujannya deras dan lama sejak Rabu (1/1) pukul 14.00. Talut samping rumah Suradi longsor,” katanya.

Enam jiwa yang berada di dalam rumah selamat. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Garasi atau gudang roboh, menimpa 4 unit sepeda motor, 1 unit sepeda ontel, dan mesin kompresor. “Warga, TNI/Polri dan relawan bersama-sama melakukan kegiatan pemulihan,” katanya.

Sementara itu, jalan Wonogiri-Pacitan di Dusun Guntur, Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito terancam putus. Guyuran hujan pada Rabu (1/1) siang mengakibatkan badan jalan menuju Pantai Nampu retak. “Meski saat ini yang retak sekitar 30 meter, kami khawatir kalau hujan turun lagi potensi longsor hingga 300 meter,” kata Kepala Dusun Guntur, Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, kemarin. (kwl/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Jalan Lingkar Kota #karangtengah #jalan wonogiri-pacitan #Pantai Nampu #selogiri #longsor