Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tebing JLK Curam & Rawan Longsor, Butuh Miliaran untuk Bikin Landai

Perdana Bayu Saputra • Sabtu, 4 Januari 2020 | 21:44 WIB
Warga melintas di JLK segmen 1 yang rawan longsor
Warga melintas di JLK segmen 1 yang rawan longsor
WONOGIRI – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Wonogiri mengakui tebing di jalan lingkar kota terlalu curam. Kondisi tersebut memicu terjadinya longsor. Sebab itu, pemkab akan meminta tambahan lahan Perhutani guna membuat tebing lebih landai.

Titik curam tebing terletak di segmen 1 (Patung Ganesha-Polres-Randubang). Tebing yang dikepras terlalu tegak dan tinggi. “Segmen 2 dan segmen 3 relatif lebih aman. Kalau dilihat saat ini tebingnya sudah batu cadas. Tapi nanti kita lihat perkembangan pada musim hujan tahun ini, seberapa besar potensi longsornya," beber Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri Prihadi Ariyanto, Jumat (3/1).

Membuat tebing lebih landai, lanjutnya, diperkirakan butuh anggaran miliaran rupiah. Bukan hanya itu, diperlukan pula tambahan lahan milik Perhutani. “Tapi birokrasinya dengan pihak Perhutani bisa lama. Kalau masih seperti ini (tebing tegak dan tinggi) tidak mungkin langsung kita talut," ujarnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, setelah longsor tebing di JLK tepatnya sekitar Randubang, pihaknya sudah meminta pelaksana proyek memasang tulisan rawan longsor. (kwl/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra
#lahan perhutani #curam #tebing #dpu wonogiri #jalur lingkar kota #rawan longsor