Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Waspada Rabies, Jangan Konsumsi Kambing Bekas Gigitan Anjing Liar!

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 12 Februari 2020 | 18:09 WIB
Kambing terluka akibat diserang anjing liar di Dusun Pojok, Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, kemarin (11/2).
Kambing terluka akibat diserang anjing liar di Dusun Pojok, Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, kemarin (11/2).
WONOGIRI – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng dan kesaksian warga menguatkan bahwa serangan terhadap sejumlah kambing di Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah dilakukan oleh kawanan anjing liar.

Warga diminta waspada dan tidak mengonsumsi hewan ternak yang mati akibat serangan tersebut guna mencegah kasus rabies.

"Dari hasil pengecekan, kami tidak mendapatkan bukti fisik (hewan buas). Namun diduga kuat anjing liar," ungkap Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Jawa Tengah Titi Sudaryanti, Selasa (11/2).

Menurutnya, bisa saja anjing liar terinfeksi rabies. Di habitatnya, mereka hidup berkelompok atau pun sendiri. Terkait populasinya, BKSDA tidak bisa memprediksi. Titi meminta warga lebih berhati-hati dan waspada karena tidak diketahui pola pergerakan anjing liar.

Kepala Desa Ngambarsari Fitri Hanany mengatakan, kemarin kembali terjadi serangan terhadap tiga ekor kambing di Dusun Pojok. Namun, kambing tidak sampai mati karena tepergok warga.

Berdasarkan keterangan saksi mata, serangan terhadap hewan ternak dilakukan oleh anjing warna hitam dan memiliki jambul warna merah. Kejadian sekitar pukul 01.00.

“Sewaktu diserang, kambing ada di dalam kandang. Sudah diobati petugas dinas kelautan dan perikanan dan peternakan (dislakpernak)” jelasnya.

Fitri mengimbau, kandang ternak agar ditambah pengaman agar anjing liar tak bisa masuk ke dalam kandang. Termasuk ditambah lampu penerangan.

Kepala Dislakpernak Wonogiri Sutardi meminta semua kambing yang mati karena gigitan anjing liar harus dikubur. Tidak boleh dikonsumsi maupun dijual. “Itu untuk mengantisipasi kalau anjing liar punya rabies. Bila dikonsumsi (daging hewan ternak yang digigit) dapat menular ke manusia. Petugas siap mengobati kambing yang terluka,” beber dia. (rm2/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra
#bksda jateng #kambing #karangtengah #rabies #hewan buas #gigitan #anjing liar