Kecelakaan tunggal sepeda motor itu terjadi di Dusun Kutukan Kulon, Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno. Di lokasi kejadian yang merupakan jalan antarprovinsi tersebut memang minim penerangan dan terdapat banyak lubang di jalanan.
"Beberapa waktu lalu sudah diperbaiki, tapi sekarang jalan sudah rusak lagi," jelas Ridwan, salah seorang warga Kecamatan Baturetno.
Dia menambahkan, jalan antarprovinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur itu diperbaiki dengan cara ditambal. Namun, penambalan hanya dilakukan di lubang di tengah badan jalan.
"Jalanan itu dari dulu seperti ada airnya, sumber airnya begitu. Semisal hari ini diaspal, sepekan berikutnya remuk lagi. Begitu terus," ungkapnya.
Dia menambahkan, sering terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. "Kebanyakaan warga luar kecamatan yang tidak hapal kondisi jalan," kata dia.
Suparijo, warga dusun setempat juga mengamini apa yang diutarakan Ridwan. Dia mengatakan sering terjadi kecelakaan lalu lintas di sana, bahkan beberapa di antaranya meninggal dunia.
Salah satunya yang terjadi kemarin petang. Kecelakaan tunggal di jalan raya Baturetno-Pacitan itu bermula ketika sepeda motor Honda Vario bernopol AE 4970 TJ yang dikendarai oleh Iwan Ari Nurcahyo, 20, dan Mulyani, 43, warga Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur itu melaju dari arah selatan.
Dari informasi yang didapat, keduanya akan menuju Wonogiri dari Pacitan. Diduga, kecelakan terjadi karena pengendara yang belum hapal medan menerjang lubang di jalan.
Sang pengendara, yakni Iwan mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit. Sementara yang dibonceng, yaitu Mulyani meninggal dunia di lokasi kejadian.
Suparijo mengatakan, warga sekitar mengharapkan jalan tersebut segera diperbaiki. Menurutnya, warga kerap dibuat kaget karena mendengar bunyi benturan dan rem kendaraan dari lokasi itu. (al/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra