Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Satpam di Jatim Asal Jatisrono Kena Covid, Reaktif Malah Disuruh Mudik

Perdana Bayu Saputra • Selasa, 7 Juli 2020 | 16:41 WIB
enaga kesehatan keluar dari ruang isolasi RSUD dr Soediran Mangun Sumarso, Senin (6/7). Sebelum meninggalkan ruangan, mereka wajib mensterilkan diri.
enaga kesehatan keluar dari ruang isolasi RSUD dr Soediran Mangun Sumarso, Senin (6/7). Sebelum meninggalkan ruangan, mereka wajib mensterilkan diri.
WONOGIRI – Jauh-jauh hari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri sudah menegaskan bahwa status zona hijau fluktuatif. Terbukti, saat ini daftar positif Covid-19 di Wonogiri yang semula nol kasus, kembali terisi. Ada dua warga Kota Sukses terkonfirmasi positif Covid-19, meskipun indikasi tertularnya tidak di Wonogiri.

"Keduanya berasal dari Kecamatan Jatisrono. Tapi riwayat berbeda. Satu dari Surabaya, satu lagi dari Demak," ungkap Bupati Wonogiri Joko Sutopo di pendapa rumah dinas bupati, kemarin (6/7).

Pasien positif Covid-19 yang pertama adalah W, 19 tahun. Bekerja sebagai satpam di Surabaya. "Mr W ini riwayatnya pada 25 Juni menjalani rapid test di Surabaya, hasilnya reaktif. Malah diminta pulang (ke Wonogiri). Tanggal 3 Juli diambil sampel swab-nya. Kemarin dinyatakan positif," ujar bupati yang akrab disapa Jekek itu.

Dengan terkonfirmasinya W, terdapat tiga warga Wonogiri yang memiliki riwayat perjalanan dari Jawa Timur terkena Covid-19. Selain W, ada pasien dari Kecamatan Selogiri dan Kecamatan Eromoko yang meninggal belum lama ini.

"Kami tidak mengetahui kok bisa begitu (pasien disuruh pulang). Tapi semestinya ketika sudah dinyatakan reaktif, protokol Covid-19 dijalankan. Kalau memang reaktif kan bisa (diminta) karantina mandiri atau isolasi, kan begitu, tidak diminta untuk pulang," tegas bupati.

Saat ini, W menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Kondisinya dinilai sangat baik untuk menjalani isolasi mandiri atau karantina khusus. Pihak keluargga juga telah di-rapid test. Berlanjut tracing kontak erat.

Satu kasus baru lainnya yakni Z, 50, tokoh agama Kecamatan Jatisrono. Dia memiliki riwayat perjalanan dari Demak sepakan lalu. Pada Minggu malam (5/7), hasil swabnya menunjukkan bahwa Z positif Covid-19 dan dirawat di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

"Aktivitas beliau di bidang keagamaan sebagai ustad mobilitasnya agak tinggi. Beliau pengelola pondok. Mr Z punya penyakit bawaan  pembengkakan paru-paru," ujarnya.

Tracking kontak erat masih berlangsung. Para santri juga telah menjalani rapid test. Sementara itu, dengan bertambahnya dua pasien positif korona ini, secara kumulatif tercatat 20 kasus Covid-19 di Wonogiri. Rinciannya, empat orang masih dirawat, 13 lainnya sembuh, dan tiga orang meninggal dunia.

Ditambahkan bupati yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri ini, daerah yang berbatasan dengan Jawa Timur mendapatkan perhatian khusus. "Kekhawatiran yang pernah kami sampaikan dulu, hari ini terjawab. Pandemi belum berakhir. Fakta ini harus kita cermati, perubahan status (zona merah, kuning, dan hijau,Red) sangat dinamis," bebernya.

Yang perlu dilakukan masyarakat, lanjut Jekek, memperkuat pemahaman agar perubahan kebijakan di tingkat pusat seperti pencabutan maklumat Kapolri Nomor MAK/2/III/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Covid-19 bisa lebih dipahami.

"Harus dimaknai itu tidak bebas sebebas-bebasnya (beraktivitas). Kami juga belum akan mengeluarkan izin itu (kegiatan libatkan massa)," kata dia. (al/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#satpam #kasus baru positif covid-19 #tokoh agama #jatisrono #wonogiri