Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sayangkan Renovasi Makam Kuno Mbah Jonambang oleh Oknum, Bentuk Diubah

Perdana Bayu Saputra • Jumat, 10 Juli 2020 | 21:26 WIB
Kondisi makam kuno di Sambeng, Watuagung, Baturetno sebelum dipugar
Kondisi makam kuno di Sambeng, Watuagung, Baturetno sebelum dipugar
WONOGIRI – Pemugaran makam yang diperkirakan berusia ratusan tahun di Dusun Sambeng, Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno disesalkan sejumlah komponen masyarakat. Mereka menilai hal tersebut telah mengubah situs cagar budaya dan kearifan lokal.

"Kami terkejut melihat bentuk makam Mbah Joyo Panambang (Mbah Jonambang) berubah. Kok ya ada oknum yang membangun sepihak. Jadi jejak sejarahnya hilang," terang Dedy Al-Jawawi, pemerhati budaya di Baturetno, Kamis (9/7).

Pihaknya tak keberatan makam tersebut direnovasi asal tidak mengubah bentuk. "Kami dapat info, oknum itu (yang merenovasi makam) lahir di desa tersebut. Ikut orang tuanya yang menikah lagi dan pergi dari Baturetno. Balik ke desa dan saat ini mendiami area makam,” jelasnya.

Ditambahkan Dedy, Makam Mbah Jonambang bisa dikenal luas setelah adanya usaha dari kelompok pecinta alam asal Baturetno pada 2015. Mereka awalnya menyusuri selokan irigasi atau talang peninggalan Belanda di Desa Belikurip. Hingga akhirnya tiba di perbukitan yang secara administratif berada di Desa Watuagung.

"Di sana pemandangannya bagus. Muncul ide membuat spot wisata baru. Apalagi kalau diruntut, ada sejarah perjuangan Pangeran Samber Nyowo (Mangkunegara I) di tempat tersebut. Salah seorang dari 40 prajuritnya di makamkan di bukit tersebut,” urainya.

Setelah dilakukan koordinasi dengan karang taruna desa setempat, akses masuk kawasan perbukitan diperbaiki. Batu di lokasi makam dirapikan tanpa mengubah bentuk aslinya. Berlanjut kegiatan gowes mulai ramai. Ekonomi warga pun menggeliat.

Salah seorang komunitas gowes B2B Baturetno Brino Gunanta mengaku kaget melihat perubahan bentuk makam. "Soalnya kami pas pandemi jarang keliling kampung. Pas gowes kami coba ambil rute yang finis di Jonambang. Pas ke sana saya lihat kok ada yang janggal. Setelah saya amati, ada tiga makam kecil yang hilang tidak tahu kemana. Sebelumnya ketiga makam dari batu andesit itu tidak jauh dari makamnya Mbah Jonambang," paparnya.

Photo
Photo
Kondisi makam Mbah Jonambang setelah dipugar.

Setelah direnovasi, lanjut Brino, sekeliling makam dipagari. Nisan Mbah Jonambang disusun terbalik, berbeda dengan aslinya. "Kami khawatir tempat itu berubah fungsi. Kemudian masyarakat mengkultuskan makam yang ujung-ujungnya syirik," terangnya.

Ketua Karang Taruna Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno Budiyanto menuturkan, renovasi makam dilakukan tiga bulan lalu oleh P. Dari informasi yang diterimanya, P sempat datang ke rumah kepala desa (kades) setempat bersama dengan rekannya guna meminta izin merenovasi makam Mbah Jonambang. P mengaku sebagai keturunan trah Mbah Joyo Panambang.

"Tapi karena belum ada kesepakatan dengan warga, Pak kades belum berani memutuskan,” ucapnya. Warga dan karang taruna meminta bertemu dengan kelompok P guna membahas rencana renovasi makam disaksikan anggota kepolisian.

"Waktu mediasi, kelompok itu ditunggu sampai malam tidak kunjung datang. Salah seorang bhabinkamtibmas lalu menelepon P. Disampaikan kesepakatan warga, intinya (makam) boleh dibangun tapi tidak mengubah dan mengurangi bentuk asli dan situs lain," katanya.

Budiyanto mengaku tidak melihat proses pembangunan area makam. Tapi setelah rampung, hasilnya semuanya berubah. "Proses pembangunan kami tidak tahu. Tiba-tiba sudah jadi. Warga juga tidak dilibatkan. Kalau sudah begini kan berarti mereka ingkar dengan kesepakatan sebelumnya," tandas dia.

Menurut Budiyanto, keterangan dari pihak Keraton Pura Mangkunegaran, tokoh yang dimakamkan di tempat tersebut merupakan abdi dalem masa lalu.

"Kami sudah sowan ke Keraton Pura Mangkunegaran, bertemu pejabat di sana. Saat itu saya bawa batu makam dan bata yang diambil dari area makam. Mereka juga yakin batu itu sama dengan situs peninggalan Mangkunegaran lain," beber dia.

Kades Watuagung Tugimin mengatakan belum membuktikan wujud nisan makam Mbah Jonambang yang dibalik susunannya. "Beberapa waktu lalu ada pertemuan dengan warga, area tersebut mau ditalut. Tapi warga meminta agar di atasnya tidak diubah. Pertemuan juga dihadiri utusan dari polsek, karang taruna dan warga," jelasnya.

"Tadi saya sudah konsultasi dengan Pak camat. Nanti kami bersama dengan komunitas akan berembuk, baiknya seperti apa,” pungkasnya. (al/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra
#baturetno #makam kuno mbah jonambang #renovasi makam kuno #oknum