"Satu tambahan dari klaster pondok pesantren di Jatisrono. Yang bersangkutan salah satu pengurus pondok pesantren," tutur Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Sabtu.
Kasus baru klaster ponpes itu berinisial A berjenis kelamin laki-laki, usia 41 tahun. Saat ini, A melakukan isolasi mandiri di ponpes yang diurusnya.
"Isolasi di pondok pesantren saat ini langsung diawasi oleh tim dari gugus tugas," jelas bupati yang akrab disapa Jekek itu.
Ditambahkan Jekek, data klaster pondok pesantren terus berubah-ubah. Sebab, hingga saat ini masih terus dilakukan tracking. Mengingat total ada 36 kasus positif Covid-19 dari ponpes itu. Termasuk delapan orang dengan KTP luar Wonogiri dan kasus baru A.
Saat ini, klaster Covid-19 di ponpes Jatisrono itu menjadi prioritas tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonogiri. Kemunculan klaster ini cukup mengejutkan, setelah selama ini gugus tugas berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Wonogiri.
"Ini harus ada penanganan khusus untuk memutus mata rantai penyebarannya. Kami juga dirikan tenda-tenda di sekitar ponpes sebagai simbol agar masyarakat memiliki kesadaran yang lebih," beber Jekek yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri itu.
Pos tersebut akan dijaga personel dari gugus tugas serta perangkat desa dan kecamatan setempat. Jekek menegaskan, akan ada penjagaan selama 24 jam secara bergantian. Setidaknya hingga 14 hari ke depan.
Sementara itu, pada hari ini juga ada tambahan dua kasus baru, di luar satu kasus dari klaster ponpes. "Tambahan dua lainnya ini merupakan satu keluarga. Ibu M, 71 tahun dan Mr. A, 31 tahun dari Kecamatan Selogiri," jelas Jekek.
Keduanya memiliki riwayat perjalanan dari Klaten. Selama dua pekan berada di Klaten, keduanya sempat menerima tamu dari Semarang. Saat ini, M dan A menjalani isolasi mandiri di rumahnya.
Dengan adanya tiga penambahan kasus baru, secara kumulatif tercatat 54 warga Wonogiri yang terkonfirmasi positif Covid-19. Rinciannya, 10 orang dirawat di rumah sakit, 25 orang menjalani isolasi mandiri atau karantina khusus, 15 orang sembuh, dan empat orang meninggal dunia. (al/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra