Yang sedikit membuat tenang, hingga kemarin tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 dari klaster ponpes. “Kami terus menelusuri siapa saja kontak erat dengan Z. Mobilitasnya cukup tinggi. Hingga lintas kecamatan. Beberapa orang di Kecamatan Wonogiri Kota terlacak melakukan kontak erat dengan Z,” beber Bupati Wonogiri Joko Sutopo, kemarin (21/7).
Ditambahkan dia, klaster ponpes mendominasi kasus Covid-19 di Wonogiri. Total ada 38 orang terkonfirmasi Covid-19. Sebanyak 30 di antaranya adalah warga Wonogiri, sisanya dari luar kabupaten. Sebelum ada klaster ponpes, kasus kumulatif Covid-19 hanya 18 pasien.
Penulusuran sempat menemui kendala karena mereka yang kontak erat dengan Z sempat enggan melapor ke gugus tugas. Baru setelah dilakukan uji swab terhadap 46 orang dan 26 di antaranya positif Covid-19, para kontak erat secara bersamaan melapor. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan penulusuran tahap kedua.
Pemkab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk melacak ulang orang-orang yang kontak erat dengan Z. Upaya itu dibarengi isolasi khusus di kawasan ponpes, menggandeng forkompimcam Jatisrono, pihak desa, dan elemen lainnya.
"Kami tidak mau terjebak pada aturan dan ketentuan tertulis. Tapi kami lihat kondisi riil dan kulturnya seperti apa. Yang efektif, pola pencegahan atas kesadaran (warga sekitar)," terang dia.
Tokoh masyarakat digandeng untuk membangun kesadaran masyarakat ikut aktif menanggulangi penyebaran Covid-19 dari klaster ponpes.
"Bukan secara umum kami lockdown. Faktanya tidak mungkin itu bisa diterapkan. Kesadaran masyarakat masih terbatas, aparatur pemerintah juga terbatas. Maka, yang kita bangun adalah pemahamannya. Mindset-nya yang kami ubah," beber bupati.
"Kami dirikan tenda-tenda atau pos di sana (sekitar ponpes) untuk simbol. Sedang terjadi sesuatu yang khusus. Dengan begitu bisa menyadarkan dan mengedukasi masyarakat," imbuh Joko Sutopo.
Sementara itu, pada Senin-Selasa (20-21/7) terkonfirmasi tiga kasus baru, yakni dari pelaku perjalanan dan klaster tenaga kesehatan (nakes). Kasus pertama adalah S, laki-laki berumur 46 tahun. Dia adalah sopir yang mengantarkan T, pasien terkonfirmasi Covid-19 asal Kecamatan Pracimantoro saat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. T meninggal dunia pada Minggu (12/7).
Berikutnya adalah pasien laki-laki berinisial A, 20, dari Kecamatan Puhpelem. Dia memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya. Sementara tambahan kasus dari klaster nakes yaitu perempuan berinisial S, 49, yang bekerja di RSUD dr Moewardi Surakarta dan beralamat di Kecamatan Selogiri.
"Ketiganya saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka tidak memiliki penyakit bawaan. Terus dipantau oleh petugas dari faskes setempat," jelas bupati.
Dengan adanya penambahan kasus baru ini, secara kumulatif tercatat sebanyak 60 warga Wonogiri terkonfirmasi positif Covid-19. Rinciannya, sepuluh orang dirawat di rumah sakit, 31 menjalani isolasi mandiri atau karantina khusus, 15 orang sembuh, dan empat lainnya meninggal dunia. (al/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra