"Ada tambahan 38 kasus terkonfirmasi positif Covid-19," ungkap Bupati Wonogiri Joko Sutopo di pendapa rumah dinas bupati, Jumat (24/7).
Dia mengatakan, ada klaster baru di Wonogiri. Yakni klaster paramedis nakes. Klaster ini ditemukan setelah dilakukan tracking dan tracing terhadap terkonfirmasi positif dari klaster pondok pesantren (ponpes) di Jatisrono.
"Dari 67 sampel swab paramedis dan nakes yang melakukan kontak erat dengan S dan G (nakes yang terkonfirmasi positif dari klaster ponpes di Jatisrono, Red), 29 di antaranya positif," jelas bupati yang akrab disapa Jekek itu.
Sebanyak 29 paramedis dan nakes ini bekerja di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Sementara sembilan kasus positif lainnya masuk dalam klaster ponpes.
Dikatakan Jekek, saat ini pemkab menyiapkan beberapa opsi dalam melakukan perawatan terhadap paramedis dan nakes tersebut.
"Karena yang terkonfirmasi positif ini ada yang satu rumah dengan orang tua yang rentan, punya bayi, dan hamil, kami siapkan bangsal Anggrek di lantai 3 RSUD untuk ruang isolasi baru. Itu juga untuk mengantisipasi ketika ruang isolasi yang kami punya tidak bisa menampung semua pasien" papar dia.
Opsi kedua, pihaknya menyiapkan gedung PGRI sebagai lokasi isolasi. Tata letak gedung tersebut dinilai memungkinkan untuk lokasi isolasi khusus.
Bupati mengatakan, adanya penambahan ruang dan tempat isolasi ini sebagai antisipasi apabila terjadi lagi ledakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
"Kita tidak mau berspekulasi, tapi kalau kita melihat hasil terkonfirmasi positif ini cukup mengejutkan. Persentase terkonfirmasi positifnya berada di angka 42 persen dari 67 sampel swab yang kita kirim," kata dia.
Pihaknya saat ini juga masih menunggu hasil uji swab lain belum diumumkan. Selain itu, pihaknya juga berencana menutup sementara Pasar Kota Wonogiri mulai Minggu (26/7) .
"Bukan pedagang yang positif. Tapi salah satu orang yang terkonfirmasi positif aktivitasnya di pasar cukup tinggi," tandas Jekek. (al/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra