Mugiono menceritakan, buku tebal itu dia temukan ketika sedang berkeliling mencari barang bekas di sekitar Dusun Tukluk, Desa Sejati, Kecamatan Giriwoyo, Senin (10/8) sekitar pukul 08.30. Saat itu, Mugiono menemukan buku tersebut di pekarangan rumah warga yang di sekitarnya juga berserakan sampah-sampah lain.
"Saat itu saya melihat bukunya, kemudian saya ambil. Soalnya laku semisal dijual. Saat itu saya tidak tahu, saya bawa lanjut keliling lagi di bronjong sepeda motor," kata Mugiono.
Sekitar pukul 11.30, Mugiono kembali ke rumah. Barulah dia membongkar barang-barang hasilnya memulung. Saat membuka buku itu, dia terkejut sebab di dalamnya terdapat beberapa kabel, semacam piringan kaca, magnet, dan rangkaian elektronik yang tak diketahui namanya. Selain itu, terdapat semacam tombol merah.
Buku tersebut memiliki ketebalan sekitar 5 cm dan berat 1 kg. Warna buku hitam dan putih dengan tulisan tinta berwarna keemasan. Menurut Mugiono, tulisan di dalam buku seperti huruf Arab. Di dalamnya juga tergambar seorang sosok laki-laki.
"Rakitan elektroniknya ada di dalam buku. Di bagian depan ada empat lembar, lalu baru rakitan elektroniknya. Jadi bukunya kelihatan ambles begitu, dalamnya mungkin sekitar 3 sentimeter," jelasnya.
Selain buku berkabel itu, Mugiono juga menemukan buku lainnya yang isinya semacam ilmu kejawen. Dia sempat membaca sekilas, ada yang memiliki judul kebal api dan kekuatan magnet
Benda-benda mencurigakan itu pun ditaruh Mugiono di pekarangan rumahnya. Setelah itu, dia memanggil pemuda di sekitar sana. Mereka pun membawa benda itu ke pinggir sungai, tak jauh dari rumah.
"Saya diomongi anak-anak kalau benda itu berbahaya, itu bom katanya. Kami bawa ke sungai pakai kayu, nggak berani menyentuh. Yang awalnya terbuka (bukunya, Red) saya tutup lagi," paparnya.
Kemudian, pada malam harinya, Mugiono diajak ketua RW setempat untuk melaporkan hal tersebut ke Polsek Baturetno. (al/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra