Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Larangan Tak Diperpanjang, Boleh Nongkrong di Jembatan Nusantara Lagi

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 12 Agustus 2020 | 23:19 WIB
Kereta kelinci melintasi Jembatan Nusantara beberapa waktu lalu.
Kereta kelinci melintasi Jembatan Nusantara beberapa waktu lalu.
WONOGIRI – Sempat ada larangan nongkrong di Jembatan Nusantara, kini masyarakat sudah diperbolehkan berwisata lokal di jembatan unik yang terletak di Dusun Serut, Desa Pare, Kecamatan Selogiri tersebut. Asal tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ya, larangan nongkrong atau berkunjung di jembatan berwarna merah dan putih yang berlaku sejak 27 Juli lalu memang tidak diperpanjang. Larangan itu muncul setelah terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Wonogiri beberapa waktu lalu.

"Sementara ini sudah boleh lagi berkunjung ke sana," ungkap Kepala Desa Pare, Kecamatan Selogiri Waluyo Dwi Brasto, kemarin (11/8).

Meski demikian, para pengunjung tetap diminta untuk menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker hingga menjaga jarak.

"Ada relawan yang berjaga di sana. Mereka mengingatkan para pengunjung agar protokol kesehatannya bisa dilaksanakan dengan baik. Kita apresiasi betul ini para relawan," papar Waluyo.

Menurut kades, kebanyakan pengunjung Jembatan Nusantara adalah warga dari luar Desa Pare. Mulai dari warga lokal Wonogiri hingga daerah lain. Dia pun mengimbau agar kerumunan tidak terlalu banyak. Jaga jarak harus selalu diperhatikan, termasuk saat berfoto ria dengan pemandangan di sekitar jembatan.

"Ini demi kenyamanan bersama saja. Kalau protokol kesehatannya dilaksanakan, potensi penularan Covid-19 kan bisa diminimalkan," kata dia. (al/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Protokol Kesehatan #jembatan nusantara #selogiri #nongkrong