Sebelum berangkat, Kamis pagi, Joko Sutopo meminta doa restu kepada sang ibu dan istri. Bakal calon bupati petahana itu pun berangkat ke Kantor DPC PDIP Wonogiri.
Bersama Setyo Sukarno, Joko Sutopo diantar oleh kurang lebih 15 pengurus DPC PDIP Wonogiri menuju kantor KPU. Selain itu, juga tampak para petinggi partai pendukung Josss yang tergabung dalam Koalisi Wonogiri Sukses.
Ketua KPU Wonogiri Toto Sihsetyo Adi mengatakan, pilkada pada 9 Desember mendatang tak jauh beda dengan pilkada sebelumnya. Hanya saja, pilkada tahun ini akan digelar dengan protokol kesehatan ketat.
"Kami akan memperlakukan pasangan calon yang mendaftarkan diri sama. Tidak ada kecondongan ke salah satu calon," tegas Toto.
Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Koalisi Wonogiri Sukses Sriyono menuturkan, pasangan Josss memilih mendaftarkan diri pada hari pertama pendaftaran bukan tanpa alasan. "Hari Jumat itu dianggap hari baik, ya kami mendaftarkan saja di hari yang baik ini," kata dia.
Sementara itu, tidak banyak orang yang mengantarkan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati dari PDIP itu. Proses pendaftaran pun dilakukan secara sederhana. Hal itu sudah direncanakan sebelumnya.
Setyo Sukarno mengatakan, sesuai arahan KPU, tahapan pilkada haruslah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pihaknya pun menaati arahan KPU tersebut.
"Kita patuh dengan protokol kesehatan, juga dibatasi oleh KPU kan rombongannya," papar Setyo Sukarno.
Dia menambahkan, hal itu juga sebagai wujud edukasi kepada masyarakat. "Kita tidak mau hura-hura dengan membawa rombongan pawai budaya yang banyak orang. Saat ini kan masih pandemi, pemerintah juga masih berupaya keras dalam pemutusan rantai penyebaran Covid-19," imbuh dia.
Di tempat yang sama, Joko Sutopo mengatakan, dia sebagai bakal calon bupati petahana saat ini masih menjabat sebagai ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonogiri.
"Ini sebagai contoh, menginisiasi apa yang sudah kami putuskan. Kegiatan skala besar masih belum kami izinkan. Jadi pendaftaran ini adalah contoh kultur baru," papar Jekek, sapaan akrabnya. (al/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra