Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bersuami Dokter Spesialis, Yulia Punya Banyak Tanah di Wonogiri

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 21 Oktober 2020 | 21:46 WIB
Kafe milik keluarga Yulia di Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri.
Kafe milik keluarga Yulia di Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri.
WONOGIRI – Yulia, 42, yang ditemukan meninggal dalam mobil terbakar di Cendana Baru, Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, tercatat memiliki KTP dengan alamat Dusun Bulak RT 02 RW 04, Desa Nambangan Kecamatan Selogiri.

"Warga sini. Kan beli tanah di sini, sewaktu mengurus balik nama dan lain-lain kalau tidak pindah alamat sini waktu itu kesulitan. Jadi pindah alamat sini," ungkap Warto Indratno, ketua RT setempat, Rabu (21/10).

Dia menduga, Yulia dan dan sang suami sering berkunjung ke rumah mereka di Nambangan, Selogiri. Namun demikian, Warto mengakui, dirinya jarang bertemu dengan Yulia. Terakhir bertemu saat pilpres dan pileg tahun lalu. Sebab, saat itu Warto bertugas sebagai kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

"Waktu itu beliau (Yulia) juga datang dengan Pak Yani (suami Yulia,Red)," kata dia.

Warto mengatakan, dari informasi yang didapatnya, Yulia adalah istri kedua dari sang suami. Meskipun begitu, dia kurang paham dengan kondisi rumah tangga Yulia. Sebab, dia jarang bertemu dengan Yulia maupun sang suami. Suami Yulia sendiri merupakan dokter spesialis syaraf yang bertugas di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

Menurut Warto, keluarga Yulia memiliki banyak tanah di Selogiri. Oleh karena itu, Yulia pun ber-KK di sana. Salah satunya ada lahan milik Yulia yang dibangun sebuah rumah makan bernama Café Den Katul. Warto pun mengapresiasi pembukaan warung makan berkonsep tempat nongkrong itu. Karena bisa membuka banyak lapangan kerja bagi warga sekitar.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Solo di lokasi rumah makan tersebut, tampak pagar yang tertutup rapat. Tidak terlihat aktivitas di sana. Di pagar depan ditempel MMT berukuran besar bertuliskan ‘Café Den Katul, Kadang Buka Kadang Tutup Dat Nyeng.’

“Bangunan (rumah makan) itu sudah ada lama, rencananya juga mau digunakan sebagai lokasi rapat," ucap Warto.

"Tanahnya banyak. Di situ (cafe,Rred) sebelah timurnya, bagian dalam di lingkungan sini juga ada," imbuh dia.

Kira-kira berapa petak tanah yang dimiliki Yulia? Warto tak bisa menghitungnya. Sebab, menurutnya sangat banyak. Secara umum, dia menilai keluarga Yulia cukup baik.

"Kalau ada yang bilang nggak baik, itu karena belum kenal. Aslinya Bu Yulia itu baik sekali," ujar dia. (al/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#almarhumah yulia #jasad perempuan #istri dokter spesialis syaraf #bendosari #selogiri #Mobil terbakar #punya banyak tanah