Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, ada potensi bencana di peralihan musim seperti saat ini.
”Kalau di pancaroba seperti saat ini potensi bencananya adalah angin kencang. Misalnya seperti angin puting beliung,” ungkap Haryanto.
Atas adanya potensi itu, pihaknya mengharapkan masyarakat untuk lebih peka dengan kondisi di sekitarnya. Apabila ada pohon yang sekiranya memiliki dahan rawan patah ataupun tidak kuat menahan rindangnya daun, sebaiknya dikurangi bebannya.
”Utamanya untuk pohon-pohon yang ada di sekitar jalan ataupun yang dekat di pemukiman warga dan berpotensi membuat kerusakan. Dikurangi saja dahan pohonnya,” urai Bambang.
Selain itu, pihak ketiga pemilik baliho diminta untuk memperhatikan baliho mereka. Jangan sampai baliho itu roboh saat terjadi angin kencang dan merugikan banyak pihak.
”Kami minta juga agar pemeriksaan dan pemeliharaan baliho dilakukan secara rutin,” kata dia.
Dari data BPBD Wonogiri, pada 2019 lalu terdapat 498 kejadian angin ribut di Kota Sukses. Dari 25 kecamatan, hanya Kecamatan Karangtengah yang nihil kasus angin ribut. Sementara untuk kerugian yang diakibatkan oleh kejadian angin topan di tahun lalu mencapai Rp 854.075.000. (al/adi/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra