Acara penganugerahan zona integritas menuju WBK itu dilakukan secara virtual dan diikuti 3.691 instansi dari seluruh Indonesia. Di Jawa Tengah, hanya ada lima polres yang menerima penghargaan bergengsi itu, salah satunya Polres Wonogiri.
Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing mengatakan, upaya pembangunan zona integritas menuju WBK melalui proses panjang. Bahkan, telah dirintis sejak 2017 lalu. "Tahun 2020 ini kami berhasil menerima penghargaan predikat WBK," ungkapnya di Aula Polres Wonogiri, Senin (21/12).
Menurut kapolres, keberhasilan tersebut adalah kerja keras semua pihak dan hasil perjuangan panjang. Selain itu, komitmen dari seluruh anggota Polres Wonogiri yang mampu berkoordinasi, berkolaborasi, dan bekerja sama dalam memperkuat soliditas membangun reformasi birokrasi, turut mendorong diperolehnya predikat WBK.
Upaya pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik pun telah dilakukan Polres Wonogiri. "Pembangunan zona integritas tidak bisa dikerjakan oleh pemimpin atau saya sendiri, tetapi ini adalah buah dari kerja bersama," jelas Tobing.
Selain itu, pihaknya juga berterima kasih kepada semua stakeholder, bupati Wonogiri, dandim 0728/Wonogiri, kajari, pengadilan negeri, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Wonogiri yang telah memberikan dukungan besar. "Ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa di pengujung tahun 2020," kata kapolres.
Pihaknya juga mengucapkan kebanggaan dan terima kasih kepada masyarakat Wonogiri yang mendukung dan juga mengawasi zona integritas. Kapolres meminta agar masyarakat terus berpastisipasi dalam mengawasi, menilai, dan mengisi survei agar dapat diketahui pelayanan mana yang perlu dievaluasi.
"Kami akan berupaya melakukan perubahan dan reformasi birokrasi. Kami targetkan Polres Wonogiri meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) pada 2021," pungkas kapolres. (al/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra