Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Lapar, Kera Gunung Jarah Roti, Alat Pertukangan, dan Paku

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 24 Maret 2021 | 21:13 WIB
ATTACHMENT DETAILS  lapar-kera-gunung-jarah-roti-alat-pertukangan-dan-paku_m_249528.jpg March 25, 2021 90 KB 670 by 421 pixels Edit Image Delete permanently Alt Text Describe the purpose of the image(opens in a new tab). Leave empty if the image is purely
ATTACHMENT DETAILS lapar-kera-gunung-jarah-roti-alat-pertukangan-dan-paku_m_249528.jpg March 25, 2021 90 KB 670 by 421 pixels Edit Image Delete permanently Alt Text Describe the purpose of the image(opens in a new tab). Leave empty if the image is purely


WONOGIRI - Seiring menipisnya persediaan buah-buahan di Gunung Gandul, kawanan kera liar nekat masuk permukiman di Lingkungan Joho Kidul, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri Kota.






Mardi, 60, penduduk setempat menduga, kera liar itu kelaparan karena tak mendapatkan makanan di Gunung Gandul. "Yang disasar plastik kresek. Entah apa isinya, mesti diabrut-abrut (diacak-acak)," ungkapnya, kemarin (24/3).




Tak pandang bulu, plastik yang berisi alat pertukangan turut digondol. Termasuk kantong plastik milik Mardi berisi paku yang sedianya untuk mendirikan warung, dijarah satwa bernama latin macaca fascicularis.




"Ada juga warga membawa roti, ikut digondol. Kalau (barang-barang) tidak dijaga, ya diambil sama kera. Seperti tidak takut sama manusia," ungkap dia.

Menurut Mardi, belum ada laporan warga yang diserang kera liar. Namun, mereka tetap waspada. Sebab, jumlah kawanan kera liar mencapai ratusan ekor. Satwa tersebut turun gunung bisa pada pagi, siang, atau sore hari.

"Tadi (kemarin) juga ada yang terlihat di sekitar rumah saya. Dulu pernah masuk warung milik warga di tengah kampung. Lengah sedikit, roti di warung diambil sama kera. Mungkin memang di atas (gunung) sudah tidak ada makanan jadi ke permukiman," imbuhnya. (al/wa)



(rs/it/per/JPR) Editor : Perdana Bayu Saputra
#radar solo #kera gunung #nasib kera gunung gandul #kera lapar #kera gunung gandul #jawa pos