Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri Adhi Dharma mengatakan, ada 35 warga Dusun Kendal, Desa Basuhan, Kecamatan Eromoko diduga keracunan makanan. Menu itu dibagikan sebagai takjil di Taman Pendidikan Alquran (TPA) setempat. “Mereka (yang diduga keracunan takjil, Red) mayoritas anak-anak,” ungkapnya, Jumat (16/4).
Berdasarkan laporan masuk, setelah mengonsumsi takjil, anak-anak peserta TPA dan guru ngaji di dusun setempat mengeluhkan gejala demam dan sakit perut. Dari 35 orang yang diduga keracunan, empat di antaranya menjalani rawat inap. Mereka dirawat di dua fasilitas kesehatan (faskes) yang berbeda. Dua orang dirawat di Puskesmas Pracimantoro dan dua lainnya dirawat di salah satu rumah sakit di Wonosari, Gunungkidul.
Adhi menuturkan, warga yang menjalani rawat inap adalah remaja berusia 17 tahun yang menjadi guru ngaji di TPA itu. Sementara anak-anak peserta TPA tidak ada yang menjalani rawat inap. Sebanyak 31 anak-anak dan orang dewasa yang menjalani rawat jalan di rumah masing-masing dan kini kondisinya sudah membaik.
Berdasarkan hasil pelacakan, kata dia, diketahui ada dua warga yang membuat takjil untuk anak-anak TPA. Satu keluarga warga pembuat takjil, semua anggota keluarganya juga mengalami gejala keracunan. Sementara satu keluarga pengirim takjil yang lain tidak mengalami gejala apapun. Rata-rata, gejala seperti demam dan muntaber itu muncul setelah enam jam memakan takjil.
“Saat ini kami sudah mengirimkan sampel makanan dan sampel air ke Labkesda Provinsi Jateng untuk dicek. Hasilnya sepekan nanti keluar," jelasnya.
Atas kondisi ini, Adhi meminta masyarakat yang berniat menyajikan makanan bagi banyak orang atau umum agar lebih berhati-hati. Penyajian makanan dan pemilihan makanan harus lebih diperhatikan.
Camat Eromoko Danang Erawanto menjelaskan pada Rabu (14/4), diketahui ada 10 warga yang memiliki gejala diduga keracunan makanan. Jumlahnya semakin bertambah. Kamis (15/4), 25 orang mengalami gejala serupa.
Kemudian hingga Jumat (16/4), total ada 35 orang warga yang memiliki gejala diduga keracunan makanan. TPA di lokasi itu pada Rabu lalu ditiadakan, sementara pada Kamis TPA kembali digelar. Baru ada dua keluarga yang memasak takjil untuk anak-anak TPA. “Lauk takjilnya nasi ayam tahu bacem,” kata dia.
Anggota DPRD Wonogiri Ari Sumantri juga telah mengunjungi Dusun Kendal bersama forkompimcam setempat untuk melakukan pengecekan. “Kami semua menunggu kepastian apakah benar atau tidak dugaan keracunan itu berdasarkan hasil laboratorium. Ini tadi saat ke lapangan juga bersama pihak kepolisian dan dinas kesehatan juga," kata dia. (al/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra