Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Petani Umbi Wonogiri, Hasilkan Umbi Porang Raksasa

Perdana Bayu Saputra • Selasa, 20 April 2021 | 21:13 WIB
JUMBO: Supriyanto tunjukkan umbi porang berbobot 13 kg, Minggu (18/4). (ISTIMEWA)
JUMBO: Supriyanto tunjukkan umbi porang berbobot 13 kg, Minggu (18/4). (ISTIMEWA)
WONOGIRI - Merawat porang bagi Supriyanto adalah sebuah keseriusan. Karena itu, hasilnya sangat memuaskan. Berat umbi porang miliknya bisa tembus belasan kilogram.

Petani dari Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah ini menuturkan, panen raya porang akan dilakukan Juni-Agustus mendatang. “Pada tiga bulan itu harga porang tinggi,” terangnya, Senin (19/4).

Namun karena penasaran dengan hasil panennya, Supriyanto mencoba memanen satu buah porang dengan ukuran batang paling besar dan daun sudah berwarna kekuningan. Tak disangka, berat satu umbi porangnya mencapai 13,4 kilogram

Bukan hanya itu, pada pohon serupa juga menghasilkan 96 butir umbi di daun atau y dikenal dengan sebutan katak. Namun, Supriyanto tidak menimbang berat 96 butir umbi katak yang bakal dijadikan sebagai bibit.

"Hasil panen umbi yang paling berat baru kemarin (Minggu). Tapi kan belum panen raya, coba lihat nanti hasilnya. Apa ukuran batang itu berpengaruh terhadap ukuran umbi, saya juga perlu mempelajarinya," imbuhnya.

Untuk menghasilkan umbi porang berukuran jumbo, lanjut Supriyantom butuh perawatan intensif dan ditanam di lahan yang dikelola secara khusus. Satu petak lahan hanya diisi 300 pohon. Saat ini, porang itu berusia dua musim atau 16 bulan.

Jenis bibit yang ditanam berasal dari katak super atau umbi di tengah daun. Satu kilogram bibit katak super didapatnya seharga Rp 300 ribu. Rumput atau gulma yang mengakibatkan kurang maksimalnya pertumbuhan porang dan umbinya, dibabat habis oleh Supriyanto.

"Bagus tidak hasil porang itu tergantung perawatan. Sepertinya gampang, tapi tergantung ketelatenan petani," ujarnya.

Pemberian pupuk juga harus diperhatikan. Selama dua musim, pemberian pupuk dilakukan empat kali. Pada musim pertama diberi masing-masing satu kali pupuk kompos dan pupuk kimia. Pada musim kedua, pemberian pupuk juga sama. Supriyanto optimistis umbi lainnya di lahan khusus itu mempunyai berat rata-rata sepuluh kilogram.

"Mungkin ada yang beratnya 11-12 kilogram dan ada yang 8-9 kilogram," kata dia. (al/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra
#Umbi di Wonogiri #Umbi Porang Raksasa #Petani Umbi Wonogiri #Petani Umbi