Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri Cahyo Sukmana mengatakan, ada sekitar 380-an CJH yang batal diberangkatkan tahun ini. Sebab, pemerintah pusat sudah memutuskan tidak akan memberangkatkan CJH lagi di tahun ini. Keputusan untuk tidak memberangkatkan haji tertuang pada Keputusan Menteri Agama (KMA) 660/2021.
"Atas hal itu keberangkatan mereka ke Tanah Suci terpaksa harus dipending (ditunda) lagi," kata Cahyo.
Antrean CJH tidak dapat dihindarkan. Sebab, kata Cahyo, animo masyarakat untuk mendaftar haji di situasi pandemi saat ini masih sama. Pihaknya juga masih membuka pendaftaran bagi CJH yang berminat untuk berangkat beribadah ke Tanah Suci.
"Iya antre. Kalau dalam setahun yang antre berangkat sekitar 400 orang calon jamaah saja, maka dalam 10 tahun antreannya bisa sampai 4.000 orang. Ada kemungkinan seperti itu kalau melihat animo pendaftar seperti ini," papar Cahyo.
Lalu apa yang menjadi alasan banyaknya masyarakat mendaftar CJH walaupun keberangkatannya sudah ditunda dalam dua tahun? Cahyo menduga alasan dari masyarakat yang ingin berangkat haji ini sangat sederhana. Mereka hanya ingin beribadah.
Atas adanya penundaan pemberangkatan CJH tahun ini, Cahyo menuturkan, kemenag sudah menginformasikannya kepada CJH lewat grup WhatsApp. Pekan depan, pihaknya juga bakal menggelar sosialisasi kepada stakeholder terkait, salah satunya perwakilan CJH yang ditunda keberangkatannya. CJH pun diminta untuk sabar dengan adanya penundaan pemberangkatan ini.
"Itu memang panggilan. Tapi kondisinya masih seperti ini, kita wajib menjaga kesehatan yang lebih penting untuk semuanya. Kami minta untuk sabar dulu," kata dia.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kemenag Wonogiri Wahid Arbani menambahkan, pihaknya menyampaikan informasi terkait penundaan pemberangkatan haji tahun kepada CJH lewat WhatsApp group. Para CJH pun bisa menerima keputusan tersebut.
"Untuk pendaftaran CJH tidak ada masalah. Masih ada yang mendaftar untuk berangkat haji," pungkas dia. (al/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra