M. Bardus, salah seorang CJH menuturkan, niatnya berhaji sudah tertunda kali kedua dengan sebab yang sama, mewabahnya Covid-19. Padahal, warga Dusun Watulembu Kulon, Desa Puloharjo, Eromoko ini sudah mendaftar sejak 2011, menjalani vaksinasi, hingga berlatih manasik.
"Ya sebenarnya harap-harap cemas dengan kondisi saat ini. Tapi pasrah saja, yang kami yakini ini sudah direncanakan oleh Allah. Pasti ada hikmahnya," terangnya.
Bardus berharap, pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Dengan begitu, tahun depan, dia dan 385 CJH lain dari Wonogiri bisa berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kemenag Wonogiri Cahyo Sukmana mengatakan, bersama perwakilan CJH dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam sepakat mengawal Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.
"Semua (CJH) bisa memahami kondisi saat ini. Semua paham kalau menjaga kesehatan lebih penting," ungkapnya di sela-sela pertemuan.
Turut dibahas masalah penyimpanan paspor CJH. Berdasarkan kesepakatan, paspor 386 CJH disimpan di Kantor Kemenag dengan alasan keamanan.
“Yang dikhawatirkan kalau misal disimpan sendiri, lupa ditaruh di mana atau hilang. Itu bisa menyulitkan pemberangkatan," jelas dia.
Dilibatkannya CJH dan ormas Islam dalam pertemuan itu, imbuh Cahyo, guna membantu sosialisasi penundaaan pemberangkatan CJH, sehingga informasi yang disampaikan dapat menyeluruh.
Kemenag sebenarnya juga telah menyiapkan lima petugas mendampingi para jamaah. Cahyo berharap, mereka bisa bertugas saat pemberangkatan haji tahun depan. (al/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra