Kepastian ditundanya PTM dikemukakan oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Dia menjelaskan, rencana PTM yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga harus memperhatikan status zona penyebaran Covid-19 di wilayah setempat.
"Saat daerah termasuk zona merah, maka PTM akan ditunda. Saat ini Wonogiri dan beberapa daerah lain masuk kategori zona merah, risiko tinggi (penularan Covid-19,red), maka PTM kita pastikan belum bisa digelar. Terpaksa ditunda dulu," kata bupati.
Dia menambahkan, alasan ditundanya PTM pada Juli nanti adalah demi kepentingan masyarakat. Kesehatan saat ini dinomorsatukan.
Untuk solusinya, pemkab bakal melakukan evaluasi metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta metode pembelajaran yang lain. Metode itu nantinya akan diaplikasikan di tahun ajaran baru, di tengah pandemi yang belakangan ini mengkhawatirkan.
"Besok sudah Juli. Maka dipastikan belum ada perubahan status zona penyebaran Covid-19," tegas Jekek, sapaan akrab bupati.
Sebenarnya, kata Jekek, sangat diharapkan zona merah yang disandang Wonogiri bisa segera terlepas. Dengan begitu, PTM secara terbatas bisa digelar pada Juli.
Namun kenyataannya saat ini Kota Sukses masih memerah. Bupati mengingatkan, angka kasus aktif di Wonogiri juga masih cukup tinggi, mencapai 452 orang hingga Senin (28/6) malam.
"Pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit juga masih cukup tinggi," kata dia.
Jekek menambahkan, berdasarkan indikator epidemiologi, dapat dipastikan Wonogiri bakal bertahan dengan status zona merah dalam satu hingga dua hari ke depan. Meskipun terasa berat, pihaknya tetap bakal menunda digelarnya PTM.
"Demi kebaikan dan kesehatan bersama," pungkasnya. (al/ria) Editor : Syahaamah Fikria