Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Wonogiri Joko Santosa mengatakan peristiwa ini bermula saat NJ dibelikan cincin baru oleh orang tuanya Selasa pagi. Gadis yang masih duduk di bangku kelas XII SMA itu kemudian mencoba memakai cincin tersebut di jarinya
Awalnya, NJ sudah merasa bahwa cincin itu tak muat di jari tengah kanan tangannya. Namun cincin itu tetap dimasukkan hingga melesak di jari gadis itu.
"Setelah itu siangnya, dia merasa jarinya kok sakit, agak bengkak juga. Cincinnya mau dilepas tidak bisa dan akhirnya bingung dan kesini (Markas Damkar Wonogiri)," kata Joko
Mengetahui hal itu, anggota damkar pun berusaha melepaskan cincin yang tersangkut di jari NJ. Joko mengatakan, anggotanya menggunakan benang yang disimpulkan dan dimasukkan ke sela-sela cincin dan jari NJ.
"Jadi benangnya dibundel-bundelke (disimpul) mengitari cincin anak itu, terus ditarik sedikit demi sedikit," jelasnya.
Selain itu, jari NJ juga diberi air untuk memudahkan dan tak membuat perih jarinya. Tak perlu waktu lama, anggota damkar sukses melepas cincin itu.
"Cepet banget tadi, paling cuma lima menit. Anaknya kesini sekitar jam 12.30 tadi, setelah itu ya sudah," jata dia.
Joko mengatakan, anggotanya sering bertukar ilmu dengan anggota damkar lainnya. Karena itu anggotanya bisa mencopot cincin baru milik NJ yang terjepit di jarinya.
Joko mengatakan, baru pertama kali ini Damkar Wonogiri dimintai tolong warga untuk melepas cincin yang terjepit. Tugas itu menurut dia adalah tugas sampingan dari damkar.
"Biasanya kita dipanggil karena kebakaran atau mungkin evakuasi sarang tawon. Sebelumnya juga belum pernah yang seperti ini (melepaskan cincin yang tersangkut di jari,Red). Tidak apa-apa kalau ada seperti ini lagi bisa kesini atau panggil kita. Wong ndak mbayar juga to," imbuh Joko. (al/dam) Editor : Damianus Bram