Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri Prihadi Ariyanto mengatakan, batalnya revitalisasi dua titik jalan itu akibat refocusing anggaran untuk penanganan pandemi.
"Anggaran kegiatan yang urung digelar tahun ini bersumber dari bankeu (bantuan keuangan) Provinsi Jateng," ujarnya, Jumat (6/8).
Ruas jalan pertama yang urung direvitalisasi adalah Tirtomoyo-Jatiroto sepanjang 15,3 kilometer dengan perkiraan anggaran Rp 10,2 miliar. Titik lainnya yakni ruas Pracimantoro-Sumberagung sepanjang 10,1 kilometer dengan perkiraan anggaran Rp 11 miliar.
Meski begitu, kata Prihadi, ada puluhan kegiatan perbaikan jalan lain yang tetap dilangsungkan tahun ini. Total anggaran mencapai Rp 140 miliar. Rincian sumber anggarannya yakni dari dana alokasi umum (DAU) Pemkab Wonogiri senilai Rp 132 miliar dan dana alokasi khusus (DAK) Rp 8 miliar.
Dari 29 proyek perbaikan jalan, empat kegiatan di antaranya memiliki nilai yang cukup besar. Mencapai Rp 8 miliar - Rp 9 miliar, yaitu untuk ruas Jatiroto-Duren-Sidorejo, Baturetno-Batuwarno, Pasekan-Pucung-Basuhan, dan Kopen-Jeporo-Mangunharjo. (al/wa) Editor : Syahaamah Fikria