Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyebut, salah satu titik yang rawan longsor yakni di sisi belakang atas Mapolres Wonogiri. Diketahui, tanah tebing di lokasi setempat beberapa kali longsor dan menutup sebagian badan jalan.
“Mohon maaf sebelumnya, faktanya di sisi belakang atas mapolres itu memang rawan longsor. Tebing tanahnya sangat curam dengan kemiringan sampai 90 derajat," ungkap Joko Sutopo, Selasa (12/10).
Mencegah hal yang tidak diinginkan, Pemkab memilih menunda operasional JLK sebelum permasalahan rawan longsor tertangani. Bupati mengimbau masyarakat memahaminya demi keamanan pengguna jalan.
Ditambahkan Joko Sutopo, cukup lama pemkab mengajukan permohonan perluasan lahan untuk merevitalisasi dengan memasang bronjong atau cor beton pada bagian tebing dan daerah milik jalan kepada Perhutani sebagai pemilik lahan. Tapi hingga kini belum disetujui.
Sedikitnya dibutuhkan lahan sekitar 10 meter ke kanan dan kiri sepanjang jalur rawan longsor. "Kalau persetujuannya sudah keluar, bisa langsung direvitalisasi. Anggarannya diambilkan dari belanja prioritas. Misalnya disetujui tahun ini, dikerjakan tahun depan," terang Joko Sutopo.
Diberitakan sebelumnya, uji coba JLK, Kamis (7/10) melibatkan dinas perhubungan (dishub), dinas pekerjaan umum (DPU), dan Satlantas Polres Wonogiri.
Dalam uji coba itu, kendaraan angkutan barang seperti truk dan bus antar kota antar provinsi (AKAP), kecuali bus jurusan Pacitan-Solo diarahkan untuk melewati rute JLK, dari Bulusulur, Pencil dan Krisak sepanjang 16 kilometer. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram