Dia pun “dilarikan” sang kakak ke UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonogiri untuk mendapatkan pertolongan.
Sang kakak, Wisnu Nurwanto menuturkan, cincin itu tersangkut di jari sang adik sejak Selasa (26/10). Upaya pelepasan cincin yang dicoba gagal, hingga akhirnya dia membawa sang adik ke kantor Damkar Wonogiri.
"Sebenarnya sudah ada satu cincin di jari adik saya. Tapi itu iseng dipasangi lagi, nyoba cincin. Tapi tidak bisa dilepas," kata dia kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (27/10).
Wisnu membawa sang adik ke damkar karena pernah membaca berita, ada orang yang bernasib sama seperti adiknya di Sukoharjo dan akhirnya dibawa ke Damkar Sukoharjo. Keputusannya membawa sang adik ke damkar tepat. Pasalnya cincin bisa dilepas oleh petugas.
Tampak rasa lega di wajah Kelik usai cincin itu dilepas. Dia juga menahan sakit karena jepitan cincin. Terlihat dari jarinya yang sedikit lebam. Namun ,cincin itu tak bisa diselamatkan karena harus dipatahkan.
"Sebelum sampai di sini sudah coba dilepas oleh pemiliknya, tapi tetap tidak bisa lepas. Ini tadi dipotong cincinnya hingga akhirnya lepas," kata Kepala UPT Damkar Wonogiri Joko Santosa.
Dia menuturkan, kejadian serupa pernah terjadi di Wonogiri, tepatnya pada Agustus lalu. Saat itu, cincin milik warga Kelurahan Giripurwo bisa dilepas dengan bantuan benang yang disimpul dan dimasukkan ke sela-sela cincin dan jari.
“Ini tadi tidak bisa seperti itu karena jarinya sudah bengkak,” beber Joko. (al/ria)
Editor : Syahaamah Fikria