Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ratusan Penumpang di Terminal Wonogiri Belum Divaksin

Damianus Bram • Senin, 1 November 2021 | 15:00 WIB
KETAT: Penumpang keberangkatan didampingi petugas terminal memindai barcode PeduliLindungi di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, beberapa waktu yang lalu. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
KETAT: Penumpang keberangkatan didampingi petugas terminal memindai barcode PeduliLindungi di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, beberapa waktu yang lalu. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
WONOGIRI - Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi sejak beberapa waktu lalu. Hasilnya, ratusan penumpang kedapatan belum divaksin.

Koordinator Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri Agus Hasto Purwanto didampingi Staf Terminal Tri Kuncoro Ari Wobowo mengatakan, sejak bulan lalu pihaknya melakukan uji coba aplikasi PeduliLindungi terhadap penumpang keberangkatan. Hal itu untuk mengetahui apakah para penumpang sudah divaksin.

”Kami lakukan dengan ambil sampling penumpang keberangkatan,” kata Agus, kemarin (31/10).

Berdasarkan data terminal pada September lalu, setidaknya ada 557 penumpang yang diminta melakukan scan barcode PeduliLindungi. Sementara pada Oktober, ada 1.130 penumpang. Jadi, total ada 1.687 penumpang yang menjadi sampel. Ada tiga kategori penumpang, yakni penumpang dengan kategori hijau, kuning, dan merah.

”Hijau artinya sudah divaksin Covid-19 dua kali, kuning baru divaksin satu kali. Kalau merah ini belum divaksin sama sekali,” jelas dia.

Pada data terminal, ada 875 penumpang dengan kategori hijau dan 581 penumpang kategori kuning. Sementara itu, ada 231 penumpang berkategori merah alias belum divaksin. Meski begitu, penumpang kategori merah semuanya tetap bisa berangkat karena memiliki alasan kuat. Misalnya penyintas korona yang membutuhkan waktu sebelum divaksin. Ada juga yang hendak berangkat ke perantauan sekaligus sudah mendaftarkan vaksin di perantauannya.

”Selain itu juga ada yang saat akan divaksin ternyata tensinya tinggi. Ada pula yang belum vaksin karena punya komorbit,” kata dia.

Penumpang juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat di dalam perjalanan demi meminimalkan potensi penularan korona. Jika penumpang dengan kategori merah dicegah berangkat dari terminal, penumpang pun masih bisa naik bus dengan mencegat di tengah perjalanan.

Selain itu, selama uji coba aplikasi PeduliLindungi, banyak penumpang yang sudah berusia lanjut tak bisa melakukan pemindaian barcode PeduliLindungi. Sebab, mereka tak memiliki smartphone. Solusinya, kata Agus, penumpang itu menunjukkan surat atau kartu vaksinasi yang dicetak.

”Kami tekankan semua penumpang untuk taat protokol kesehatan saat di tengah perjalanan maupun setelah tiba di tujuannya,” tegas Agus. (al/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Aplikasi PeduliLindungi #Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi #Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri