Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Dampak Banjir dan Longsor Tirtomoyo: Kerugian Ratusan Juta, Nihil Korban

Damianus Bram • Kamis, 9 Desember 2021 | 03:15 WIB
KERUK LUMPUR: Pembersihan sisa banjir di Kecamatan Tirtomoyo, Rabu (8/12). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
KERUK LUMPUR: Pembersihan sisa banjir di Kecamatan Tirtomoyo, Rabu (8/12). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
WONOGIRI – Banjir dan longsor terjadi di sejumlah titik Kecamatan Tirtomoyo, Selasa (7/12) mengakibatkan kerugian materiil senilai ratusan juta rupiah. Namun, dipastikan nihil korban jiwa maupun luka.

Upaya pembersihan sisa banjir dan longsor telah dilaksanakan pihak kecematan, TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, dan masyarakat, Rabu (8/12).

Sekretaris Camat (Sekcam) Tirtomoyo Catur Susilo Prono mengatakan, kerusakan infrastruktur dampak musibah tersebut antara lain longsornya talut jalan sepanjang 100 meter di Dusun Jati RT 02 RW 04, Desa Sukoharjo. Kerugian diperkirakan Rp 100 juta.

Serupa terjadi pada talut sepanjang 40 meter di Dusun Blarakan, Desa Wiroko dengan kerugian Rp 40 juta. Begitu pula talut di Dusun Kopen, Desa Hargontoro dengan kerugian sekitar Rp 150 juta.

Jalan di Dusun Janganti turut terdampak tanah longsor. Arus lalu lintas tersendat. Kerugian materi sekitar Rp 5 juta.

Berlanjut tembok asrama putri di salah satu pondok pesantren Dusun Sentono Desa Sidorejo tertimpa material longsor dengan kerugian ditaksir Rp 70 juta.

“Penghuninya sudah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar sekcam.

Berdasarkan data BPBD Wonogiri, sebanyak 16 rumah di Kelurahan Tirtomoyo tergenang, sedangkan di Desa Tanjungsari, ada lima rumah.

"Sudah surut. Tadi (kemarin) sudah dilakukan upaya pemulihan. Termasuk di lokasi tanah longsor," terang Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto.

Salah satu penyebab banjir, imbuhnya, karena semakin tingginya sedimentasi di Sungai Wiroko dan Sungai Dimoro. Sungai Dimoro bermuara di Sungai Wiroko.

Karena sedimentasi tinggi, saat Sungai Wiroko penuh, air dari Sungai Dimoro melimpas ke permukiman. Menurut Bambang, solusi mencegah banjir adalah dengan menormalisasi dan merevitalisasi Sungai Wiroko. Tapi, penanganan Sungai Wiroko menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

"Kami sudah berkoordinasi soal itu. Memang seharusnya direvitalisasi karena sedimentasinya sudah sangat tinggi," ucapnya.

Terpisah, Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonogiri Joko Santosa mengatakan, pihaknya turut membantu pembersihan jalan yang terendam banjir dan diselimuti lumpur. Seperti di depan kantor Kecamatan Tirtomoyo.

"Tadi satu unit truk damkar dari Pos Damkar Baturetno dikerahkan bersihkan jalan yang berlumpur. Semalam juga kami terjunkan untuk melakukan pembersihan. Ada lima personel yang bertugas," tuturnya. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Damkar Wonogiri #banjir tirtomoyo #bpbd wonogiri #Dampak Banjir Tirtomoyo #Longsor Tirtomoyo