Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, EWS banjir yang dipasang di Desa Tanjungsari adalah bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kami dapat satu EWS dan telah dipasang di sekitar Sungai Wiroko,” kata dia. Dipilihnya Sungai Wiroko untuk memasang EWS karena di musim penghujan, air sungai rawan meluap hingga merendam lima rumah di desa setempat. Itu terjadi sebelum digelar gladi.
"Saat itu, ketika air mulai naik, teman-teman di lapangan juga sudah membunyikan EW. Meski belum gladi, mereka sudah diberitahu langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan," ujar Bambang.
Ditambahkannya, ada 100 orang yang mengikuti gladi uji peringatan dini EWS Desa Tanjungsari dengan protokol kesehatan ketat. Pesertanya antara lain masyarakat terdampak banjir, tim siaga bencana desa setempat, aparat desa, Forkompimcam, dan petugas puskesmas setempat.
Mereka mengikuti gladi dengan pendampingan Direktur Peringatan Dini BNPB Afrial Rosya dan BPBD Wonogiri.
Menurut Bambang, mekanisme kerja saat terjadi hujan, maka tim siaga bencana melakukan pemantauan guna memastikan kondisi ketinggian air sungai.
Ketika ketinggian air mencapai batas tertentu sesuai level, maka EWS dibunyikan. Tim pun memberitahu warga yang bermukim di kawasan terdampak luapan air untuk melakukan evakuasi.
Tim siaga bencana bertugas membantu evakuasi bagi kelompok rentan dan ternak milik warga terdampak banjir guna dievakuasi ketempat aman melalui jalur evakuasi sesuai rencana kontijensi yang telah dibuat sebelumnya.
Selain mendapatkan paket EWS sirene yang dipasang di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tirtomoyo, BNPB juga memberikan bantuan paket pancar ulang sirene di Kelurahan Beji Kecamatan Nguntoronadi. Ditambah paket peralatan pengendali sirene di Pusdalops BPBD Wonogiri. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram