Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda & Litbang) Wonogiri Heru Utomo mengatakan, pelaksanaan WIA ditujukan untuk mendorong tumbuh kembang inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan hingga tataran terbawah (desa/kelurahan) dan masyarakat umum.
“Inovasinya berupa tata kelola pemerintahan daerah, pelayanan publik, dan inovasi lainnya. Juga untuk menggali inovasi dari masyarakat," ungkapnya, Senin (20/12).
Heru menerangkan, ada lima kategori dalam inovasi daerah. Di antaranya kategori OPD, BUMD, UPTD, KIR SMA/SMK dan kategori desa/kelurahan. Dari semua kategori itu, muncul ratusan inovasi yang lahir dan ada tiga juara di masing-masing kategori.
Merujuk data Bappeda & Litbang Wonogiri, juara I kategori OPD adalah Kecamatan Girimarto, kategori BUMD Perumda Air Minum Giri Tirta Sari, kategori UPTD Korwil Pendidikan Kecamatan Batuwarno, kategori KIR SMA/SMK SMA Negeri 1 Girimarto dan untuk kategori desa/kelurahan Desa Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo.
"Di 2020 kemarin ada sekitar 250 inovasi, tahun ini 636 inovasi. Target kami di tahun depan bisa ada 1.000 inovasi. Dari inovasi ini kami harapkan bisa lebih dikenal di tingkat nasional bahkan internasional," beber Heru.
Beragam inovasi tersebut diharapkan bisa direplikasi di daerah lain, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Ditambahkan Heru, saat dipamerkan, ada produk yang ternyata sudah dikenal di luar negeri, yakni produk mi ayam instan hasil karya putra Wonogiri. Produk tersebut sudah terjual hingga Malaysia dan sejumlah negara lain.
Lebih jauh, juga ada penghargaan kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova). Krenova terdiri dari sembilan fokus bidang. Masing-masing bidang memiliki satu pemenang. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram