WONOGIRI – Waduk Pidekso di Kecamatan Giriwoyo akhirnya bakal diresmikan
Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (28/12). Waduk Pidekso mampu menyuplai irigasi untuk 1.500 hektare sawah di Kecamatan Giriwoyo dan Baturetno.
Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, Presiden Jokowi berencana meresmikan
Waduk Pidekso, Selasa (28/12). Sebelumnya, hari ini (27/12) akan dilakukan rapat lintas sektoral yang dipimpin Danrem 074/Warastratama Solo Kolonel Inf Rudy Saladin.
”Kalau tidak ada perubahan agenda nanti diresmikan pak presiden,” kata bupati yang akran disapa Jekek itu.
Dia menambahkan, jadwal peresmian Waduk Pidekso sangat tentatif. Meski
begitu, Pemkab Wonogiri bakal melakukan persiapan khusus. Misalnya melakukan koordinasi lintas sektoral agar bisa menyukseskan agenda orang nomor satu di Republik Indonesia itu.
”Karena ini kunjungan pak presiden, tentunya ada SOP dan protokoler di luar jangkauan
kami di daerah. Maka kami koordinasikan, menunggu arahan dari pak danrem apa dan
bagaimana yang harus dipersiapkan,” terang bupati.
Sementara itu, pada Minggu pagi juga tampak tiga helikopter terbang di atas wilayah
Kota Sukses. Helikopter itu mendarat di landasan helikopter Waduk Pidekso sekitar pukul 07.30.
Project Manager PT PP Bendungan Pidekso Nur Eko mengatakan, ketiga helikopter milik
TNI AU tersebut mendarat untuk mengetes landasan di Waduk Pidekso. Pengetesan itu
sebagai salah satu persiapan kedatangan Presiden Jokowi.
Berdasarkan informasi yang didapatkannya, presiden bakal terlebih dahulu meresmikan
Waduk Ladongi di Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa pagi. Setelah itu, rombongan bakal
terbang ke Solo. Dari Bandara Adi Soemarmo Solo, presiden langsung terbang ke Waduk
Pidekso.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS) Agus Rudyanto
mengatakan, pembangunan Waduk Pidekso dimulai sejak 2018 dengan total anggaran sekitar Rp 700 miliar. Awalnya, pembangunan waduk ditargetkan rampung pada Desember 2022. Namun dipercepat menjadi Desember 2021.
”Selain untuk irigasi, juga bermanfaat menyuplai air baku hingga 300 meter kubik per detik, pengendali banjir, perikanan, dan pariwisata,” tandasnya. (al/adi/ria) Editor : Syahaamah Fikria