Jokowi, Ganjar, dan rombongan menuju Pidekso menggunakan helikopter yang terbang dari Bandara Adi Soemarmo Solo. Setibanya di lokasi sekitar pukul 13.45 WIB, Jokowi langsung melakukan peresmian dengan menandatangani prasasti dan tebar ikan ke lokasi bendungan. Setelah itu, Jokowi dan Ganjar bersama rombongan ngobrol dengan perwakilan masyarakat sambil makan durian.
"Hari ini saya mendampingi pak presiden meresmikan Bendungan Pidekso Wonogiri. Bendungan ini sudah lama dinantikan masyarakat karena banyak sekali manfaat yang akan diberikan," kata Ganjar.
Selain sebagai pengendali banjir, bendungan tersebut berfungsi untuk mengurangi sedimentasi sungai. Air yang tertampung di bendungan, juga bisa dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian warga hingga seluas 1.500 hektare.
"Bendungan ini juga bisa memenuhi ketersediaan air baku bagi masyarakat Wonogiri sebanyak 300 liter per detik. Manfaat lainnya adalah tempat ini bisa dijadikan destinasi wisata yang menarik," imbuh Ganjar.
Ganjar meminta masyarakat Wonogiri memanfaatkan Bendungan Pidekso secara optimal dan memelihara infrastruktur dengan baik.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, proyek Bendungan Pidekso Wonogiri dimulai dengan pembebasan lahan sejak 2014 lalu. Dilanjutkan pembangunan fisik yang dimulai sejak 2017. Pembangunan menelan anggaran sebesar Rp 772 miliar.
“Waduk ini bisa mengairi 1.500 hektare sawah di Wonogiri," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, waduk merupakan bagian penting untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan. Waduk yang bisa mengelola air merupakan kunci untuk mewujudkan itu.
"Makanya, kita bangun waduk di seluruh provinsi di Indonesia. Tadi pagi saya meresmikan Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara dan hari ini di Pidekso Wonogiri," pungkasnya. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria