Kepala Desa Watuagung Tugimin mengatakan, peristiwa naas itu terjadi Rabu malam. “Korban dimakamkan Kamis (6/1)," terangnya, Jumat (7/1).
Tugimin mengaku tak mengetahui secara detail kronologi kejadian. Namun yang jelas, peristiwa terjadi di Desa Balepanjang Kecamatan Baturetno.
Malam itu, BU berniat membersihkan rumah kosong di desa setempat. Nah di salah satu sudut rumah terdapat sarang tawon vespa affinis yang cukup besar.
Kontan saja, koloni tawon vespa affinis menyengat bagian wajah dan tangan BU. Dia berteriak meminta tolong dan segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun sayang, di tengah perjalanan, BU meninggal dunia sekitar pukul 23.00.
"Saya sempat tanya modin yang ikut memandikan jenazah korban, di bagian wajah dan tangan memang ada lebam bekas sengatan tawon," ungkap Tugimin.
Kepala Desa Balepanjang Adi Prabowo mengamini peristiwa tragis itu. Dia mengatakan, rumah kosong itu berada di Dusun Kauman RT 02 RW 03 Desa Balepanjang.
"Yang bersangkutan sering datang ke desa kami, sudah akrab dengan warga sekitar. Kejadiannya Rabu malam sekitar jam 22.00," terangnya.
Kades menuturkan, pada Rabu siang, BU mendapatkan informasi dari warga setempat jika ada sarang tawon vespa di rumah kosong itu, kemungkinan korban hendak mengevakuasinya.
Belum selesai evakuasi, koloni tawon vespa menyerang BU. Adi belum mengetahui alat apa yang digunakan BU untuk mengevakuasi sarang tawon vespa affinis.
“Informasi yang saya dapat, setelah dibersihkan, rumah itu mau ditempati. Rumahnya milik warga setempat," ucapnya.
Ditambahkan Adi, selama ini, BU bersama sejumlah warga kerap berburu sarang tawon vespa untuk mendapatkan larva tawon guna dijadikan lauk. (al/wa) Editor : Syahaamah Fikria