Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, pada Kamis (20/1) malam, pihaknya mendapatkan informasi terkait pembukaan pintu air spillway baru WGM dari Perum Jasa Tirta (PJT) 1 Wilayah Sungai Bengawan Solo. Meski begitu, pihaknya tidak mengetahui alasan pembukaan pintu air.
"Itu hal teknis. Yang jelas kami mendapatkan informasi dari PJT bahwa pintu air spillway baru dibuka Kamis malam sekitar pukul 19.45," ujarnya, Jumat (21/1).
Setelah mendapatkan informasi tersebut, BPBD Wonogiri berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan hingga Jumat siang tidak ada dampak akibat pembukaan pintu air spillway baru. Di antaranya genangan air di permukiman.
“Masih aman. Tidak ada dampak. Kami juga koordinasikan hal tersebut ke BPBD Provinsi Jateng, juga diteruskan ke Jawa Timur (daerah di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo),” terang dia.
Seberapa besar debit air yang keluar dari pintu air spillway baru? Bambang menuturkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, total debit yang keluar sekitar 170 meter kubik per detik.
“Yang jelas saat ini belum ada dampak akibat itu. Memang tahun kemarin ada dampak genangan di permukiman setelah ada pembukaan pintu air. Tapi sampai saat ini tidak ada," ungkapnya. (al/wa/dam) Editor : Damianus Bram