Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Polisi Janji Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Nasabah oleh Bank Plecit Sidoharjo

Syahaamah Fikria • Sabtu, 5 Februari 2022 | 01:06 WIB
Potret kertas nasabah bank plecit yang dikirimkan nasabah korban penganiayaan. (IWAN ADI L/RADAR SOLO)
Potret kertas nasabah bank plecit yang dikirimkan nasabah korban penganiayaan. (IWAN ADI L/RADAR SOLO)
WONOGIRI - Kasus penganiayaan nasabah oleh oknum bank plecit di Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri terus bergulir. Polisi masih terus mendalami kasus itu dengan melalui korban dan saksi. Sementara, suami salah satu korban penganiyaan meyakini istrinya tengah hamil muda, dan akhirnya keguguran pascakejadian.

Salah satu korban penganiayaan yang diduga tengah hamil muda itu adalah Nanik Haryani, warga Desa Sidokarto, Kecamatan Girimarto. Hartanto, suami Nanik mengaku tak mengetahui bagaimana istrinya dianiaya.

Sebab, saat kejadian pada Senin (31/1) lalu, dia berada di rumah. Istrinya baru pulang ke rumah pada Selasa (1/2) dini hari.

"Paginya saya lihat kok kakinya seperti pincang begitu," kata dia kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (4/1).

Dia pun akhirnya mengetahui bahwa sang istri dianiaya. Menurut ceritanya, Nanik diseret, dijambak, dan dipukul perutnya.

Hartanto meyakini saat itu sang istri sedang hamil dengan usia kandungan satu bulan. Sebab, sebelumnya Nanik mengaku telat menstruasi. Kemudian dia membeli test pack. Setelah dicek, ternyata hasilnya positif hamil.

"Pakai satu test pack. Hasilnya keluar garis dua," kata dia.

Namun, saat ini alat itu sudah tidak ada. Hartanto menuturkan, kemungkinan alat itu sudah dibuang ke tempat sampah. Istrinya juga belum sempat memeriksakan diri ke bidan atau dokter terkait kehamilannya.

"Biasanya istri saya kalau hamil, dua bulan baru ke bidan. Tiga kali begitu, kan anak kami tiga orang," terang Hartanto.

Dia juga meyakini istrinya keguguran pada Selasa (1/2) lalu. Sebab, berdasarkan pengakuan sang sang istri, yang bersangkutan mengeluarkan gumpalan darah. Setelah itu, sang istri merasa sakit perut dan hingga saat ini dirawat di rumah sakit.

Lebih jauh Hartanto mengatakan, sang istri biasanya mencari nasabah untuk bank plecit itu. Namun, dia tak terima dengan perlakuan oknum bank plecit yang diduga menganiaya istrinya.

"Saya tidak terima. Kalau istri dibegitukan (dianiaya,Red) kan pasti nggak terima," tegas dia.

Sementara itu, Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kasubsi Penmas Polres Wonogiri Aiptu Iwan Sumarsono mengatakan, polisi masih mendalami kasus dugaan penganiayaan itu dari saksi dan korban.

Pihaknya meminta waktu bagi tim untuk melakukan pendalaman. Polisi pun masih menunggu para korban yang sedang dirawat inap sembuh terlebih dahulu. Sebab, dua dari tiga korban penganiayaan bank plecit saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kami tetap akan proses siapa pun pelakunya, jika memang terbukti bersalah dan melanggar hukum," papar Iwan. (al/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#korban penganiayaan bank plecit keguguran #Polres Wonogiri #bank plecit #sidoharjo #bank plecit aniaya nasabah #penganiayaan