Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Korban Penganiayaan Bank Plecit Buka Suara, Kepala hingga Kaki Ditendang

Syahaamah Fikria • Rabu, 16 Februari 2022 | 03:04 WIB
Suasana kediaman Nanik Haryani, korban dugaan penganiayaan oknum bank plecit. (IWAN ADI L/RADAR SOLO)
Suasana kediaman Nanik Haryani, korban dugaan penganiayaan oknum bank plecit. (IWAN ADI L/RADAR SOLO)
WONOGIRI - Korban dugaan penganiayaan oleh oknum bank plecit di Sidoharjo, Wonogiri yang sempat opname di rumah sakit, kini mulai buka suara. Salah satu korban menuturkan, bahkan dia ditendang pada bagian kepala.

Nanik Haryani, korban dugaan penganiayaan oleh oknum bank plecit mengatakan, awalnya dia pernah berutang kepada bank plecit tersebut. Setelah itu, Nanik juga menjadi perantara antara bank plecit itu dengan para nasabah yang dia cari.

Saat ada nasabah yang dibawanya telat membayar angsuran, maka wanita asal Kelurahan Sidokarto, Kecamatan Girimarto itu yang pertama diminta untuk menagih. Nanik mengaku, dia juga belum lama ini bermitra dengan bank plecit itu.

"Batas angsurannya kan jam 10.00. Kalau ada yang telat, saya yang pertama dicari dan menagih," tutur Nanik saat ditemui di kediamannya, Senin (15/2) petang.

Saat kejadian penganiayaan yang dialaminya pada Senin (31/1) lalu, Nanik berangkat ke rumah lokasi milik S yang berada di Kecamatan Sidoharjo sekitar usai Magrib. Sebelumnya, dia juga telah didatangi sejumlah orang. Di antaranya adalah R, yang tak lain adalah bos bank plecit itu, bersama S dan anak buah S berjenis kelamin laki-laki.

Selain itu, kata Nanik, ada orang yang biasa bersama dengan S. Serta dua orang yang berdasarkan perkataan R ke Nanik, adalah intel. Namun, Nanik tak mengetahui apakah dua orang itu benar-benar intel atau bukan. Yang jelas, kata dia, saat kejadian penganiayaan dua orang itu hanya menyaksikan penganiayaan.

Setibanya di rumah milik S, Nanik pun disambut caci maki oleh oknum bank plecit. Meski begitu, dia mengaku memang sering mendapatkan cacian ketika membalas chat WhatsApp yang tak bisa diterima oleh oknum bank plecit.

Masuk ke rumah itu, dia sudah dijambak oleh S. Nanik juga mendapatkan penganiayaan oleh bos bank plecit dengan cara ditendang.

"Saya ditendang di kepala belakang bagian kiri, pundak kiri dan kaki. Saat di rumah sakit, kaki saya pun masih pincang. Ini di kepala juga masih terasa sakit, kemarin sempat keluar darah dari hidung juga kalau sakit," ujar Nanik.

Selain itu, perutnya juga dipukul. Dia menuturkan, ada dua pukulan yang diterima dari oknum bank plecit berinisial H. Istri R pun menarik jaketnya. Dia juga menerima pukulan dari kertas promes hingga tamparan dari S. Dengan begitu, dia dikeroyok oleh empat orang.

"Saya cuma bisa pasrah," kata Nanik.

Nanik baru dipulangkan dari lokasi kejadian pada Selasa (1/2) dini hari. Berboncengan bersama Kartini, korban dugaan penganiayaan lain dan juga Hartini yang menyaksikan penganiayaan itu.

Pada Selasa, dia pun kembali dipanggil oleh oknum bank plecit. Kemudian sore harinya, dia datang namun mendapatkan perlakuan yang berbeda dari oknum bank plecit.

Meski begitu, dia belum diperbolehkan pulang dan tak boleh menghubungi siapa pun lewat handphone. Namun, menurut dia, saat itu oknum bank plecit sudah mengetahui bahwa Rita, korban dugaan penganiayaan lain melaporkan kejadian itu.

"Sempat disuruh makan juga," ucap dia.

Setelah itu, dia sempat dibawa ke sejumlah lokasi, mulai dari rumah S hingga ke klinik dan rumah sakit. Baru pada Rabu (2/2), Nanik dibawa oleh sang suami ke rumah sakit dan menjalani perawatan.

"Saat di rumah sakit, saya sempat ditelepon oleh nomor asing. Tapi tidak saya angkat," ujar Nanik.

Dia menambahkan, saat kejadian penganiayaan itu dia sedang hamil muda. Sebelumnya, dia sempat menggunakan satu test pack dengan hasil positif. Alat itu sempat dicarinya, namun tidak ketemu. Dia pun merasa mengalami keguguran karena mengeluarkan gumpalan darah usai mengalami penganiayaan.

Hari ini (15/2), Nanik menjalani pemeriksaan oleh polisi. Dia pun berharap kasus dugaan penganiayaan ini bisa ditangani hingga tuntas.

Hartanto, suami Nanik juga berharap hal serupa. Sebab, dia tak terima istrinya dianiaya oleh oknum bank plecit.

"Nggak terima, istri saya dikeroyok seperti itu," papar Hartanto. (al/ria)

  Editor : Syahaamah Fikria
#korban penganiayaan bank plecit #bank plecit #sidoharjo #bank plecit aniaya nasabah #penganiayaan