Kepala UPT Damkar Wonogiri Joko Santoso mengatakan, AR datang ke markas Damkar Wonogiri bersama neneknya sekitar pukul 10.30. Bocah itu merasa kesakitan karena cincin emas yang melingkar di jari tangan kirinya sudah terlalu sempit dan tidak bisa dilepaskan.
”Berdasarkan keterangan, memang cincinnya sudah lama terpasang. Sudah sejak anak itu kecil,” beber Joko.
Dia menceritakan, awalnya nenek AR membawa cucunya ke salah satu klinik di Kecamatan Jatisrono dan rumah sakit di Wonogiri Kota untuk mendapatkan pertolongan. Namun pihak klinik tak bisa menanganinya karena terlalu berisiko.
”Tapi ternyata juga ndak bisa menangani. Akhirnya keduanya ke markas," kata Joko.
Setibanya di markas damkar, petugas memeriksa terlebih dahulu kondisi cincin. Evakuasi pelepasan cincin akhirnya dilakukan dengan bantuan alat berupa gerinda kecil.
”Pakai gerinda kecil soalnya sudah tidak bisa dilepaskan,” terang Joko.
Proses pelepasan cincin itu sempat mengalami kendala. Sebab, AR menangis dan sempat berontak. Itu juga sempat menyulitkan tim yang berusaha melepas cincin. Alhasil, sejumlah anggota menahan tubuh AR supaya badannya tak bergerak.
Meski begitu, Joko memastikan evakuasi pelepasan cincin di jari AR berjalan lancar dan juga aman. Anggotanya yang sudah terlatih memotong cincin dengan hati-hati.
”Terlalu sempit, sudah tidak bisa dilepas. Akhirnya dipotong. Anaknya sudah kesakitan juga karena saking sempitnya cincin,” jelas Joko.
Joko mengaku sudah beberapa kali mengevakuasi pelepasan cincin. Atas kondisi ini, Joko meminta masyarakat untuk lebih memperhatikan benda-benda yang melekat di tubuh anak.
”Cincinnya sudah dipakai sejak kecil, pastinya kan pemberian orang tua. Untuk itu orang tua perlu mengecek juga, jangan sampai kekecilan. Kejadian ini kan karena cincinnya sudah terlalu lama juga,” tandas dia. (al/adi/dam) Editor : Damianus Bram