Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Terpapar Corona, 102 Bidan-Perawat di Jawa Tengah Meninggal

Damianus Bram • Jumat, 25 Februari 2022 | 14:00 WIB
Photo
Photo
WONOGIRI - Perawat dan bidan yang masuk garda terdepan dalam memerangi pandemi sangat berpotensi terpapar Covid-19. Selama pandemi, 102 perawat dan bidan di Jawa Tengah (Jateng) gugur terpapar Corona.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jateng Kurnia Yuliastuti mengatakan, perawat termasuk garda terdepan dalam memerangi korona. Berdasarkan datanya, ada puluhan orang perawat di Jateng yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

"Di Jateng ada 60 (perawat) yang meninggal usai terpapar Covid-19," ujar dia usai pelantikan pengurus PPNI dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Wonogiri di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri Rabu (23/2) lalu.

Kurnia menambahkan, 60 orang perawat yang meninggal dunia itu adalah perawat yang berada langsung di garda terdepan. Misalnya, mereka yang memberikan pelayanan langsung kepada pasien di ruang isolasi, IGD dan sebagainya.

"Tapi yang terdampak tidak terhitung. Misalnya, ada yang tidak bertugas di ruang Covid-19 tapi di polikliniknya. Tapi dia meninggal, itu tidak kami hitung bagian dari pandemi. Yang perang langsung memberikan pelayanan (kepada pasien Covid-19) 60 orang itu yang meninggal," terang dia.

Kurnia menambahkan, perawat pertama yang meninggal usai terpapar Covid-19 terjadi pada awal pagebluk lalu. Pemakaman perawat itu pun sempat mendapatkan penolakan.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah IBI Jateng Sumarsih mengatakan, sejak awal pandemi Covid-19 hingga saat ini pihaknya mencatatkan 42 orang bidan yang meninggal dunia usai terpapar Covid-19. Separo di antaranya meninggal dunia saat mengganasnya varian Delta beberapa waktu lalu.

"Dari 42 orang yang meninggal, 21 orang terjadi pada Juli tahun lalu. Saat itu kasus Delta meningkat," kata dia.

Atas fakta itu, PPNI dan IBI Jateng meminta adanya perhatian lebih kepada perawat dan bidan. Terutama bagi perawat dan bidan yang statusnya adalah tenaga honorer.

Sumarsih menambahkan, saat kasus Covid-19 melonjak beberapa waktu lalu, banyak bidan yang bekerja selama 24 jam. Alasannya tidak ada bidan lain yang menggantikan pelayanan.

"Yang mau menggantikan terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri. Jadi seperti itu perjuangan teman-teman kita," kata Sumarsih.

Bidan, kata Sumarsih, tak hanya mereka yang bertugas di rumah sakit saja. Namun, ada juga bidan yang bertugas untuk mengunjungi pasien yang menjalani isolasi mandiri. (al/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Perawat Terpapar Corona #Persatuan Perawat Nasional Indonesia #DPW PPNI Jateng #IBI Wonogiri